Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 Siap Digelar, Diikuti 1.239 Atlet dari 21 Negara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Turnamen bulutangkis Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 akan kembali digelar pada 8–13 Juli 2025. Ajang ini akan digelar di GOR PB Jaya Raya, Tangerang Selatan, dan mempertandingkan atlet-atlet muda kelas dunia.
“Sesuai arahan Pak Ciputra, Jaya Raya menggelar kejuaraan junior internasional ini untuk melahirkan bibit-bibit pemain potensial untuk disumbangkan ke Pelatnas PBSI,” kata Ketua Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Aris Siswoko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan manajemen pertandingan yang optimal agar tidak berlangsung hingga malam hari. “Dengan didukung perangkat pertandingan profesional dan berpengalaman dari PBSI, kita harapkan semua pertandingan berjalan lancar,” tegasnya.
Dua wakil dari Jaya Raya, yakni Denis Azzarya dan Micha Leona Luthfia Wardoyo, juga siap tampil maksimal di kelompok U-19. Denis mengaku optimistis karena sudah mengoleksi gelar internasional di Bangladesh dan Prancis.
Baca Juga
Mantap! Bulutangkis Indonesia Hadir di 5 Nomor Pertandingan BWF World Tour Finals 2024
“Saya tentu akan berjuang habis-habisan. Apalagi saya memiliki bekal juara tunggal putra U-19 di Bangladesh Junior International Series 2024 dan Alpes Junior International 2025,” kata Denis. Micha pun siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan publik tuan rumah.
Tahun ini, sebanyak 1.239 peserta dari 21 negara dipastikan ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka akan memperebutkan 876 slot babak utama di tiga kelompok umur: U-15, U-17, dan U-19.
Dari total peserta, 713 di antaranya adalah pebulu tangkis nasional dan 526 berasal dari mancanegara. Turnamen ini mempertandingkan 14 nomor, termasuk ganda campuran khusus untuk kategori U-17 dan U-19.
Peserta internasional berasal dari sejumlah negara, seperti Jepang, India, Malaysia, Jerman, Prancis, hingga Amerika Serikat. Sementara Malaysia tercatat sebagai negara pengirim peserta terbanyak setelah Indonesia dengan total 172 atlet.
Di sisi lain, turnamen ini merupakan wadah strategis bagi atlet muda Indonesia untuk meraih poin resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Hal itu juga memungkinkan mereka bersaing di level dunia tanpa harus keluar negeri.
Baca Juga
Bakti Olahraga Djarum Foundation Gelar Turnamen Bulutangkis Khusus Media

