Rupiah Menguat dan Asing Net Buy Saham Rp 0,19 Triliun Rabu, Net Sell SBN Rp 1,49 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing masih mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Rabu (4/9/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,19 triliun. Hal ini melanjutkan pembelian bersih Rp 0,12 triliun yang terjadi kemarin di Bursa Efek Indonesia.
Sepanjang September ini, asing mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 1,50 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net buy saham Rp 29,23 triliun atau US$ 1,89 miliar,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Rabu sore.
Baca Juga
Mtd, Asing Net Sell SBN
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi kemarin. Nonresiden di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan jual neto Rp 1,49 triliun.
Secara month to date, asing sudah mencatatkan penjualan bersih Rp 2,06 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga kemarin. Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan pembelian bersih Rp 7,62 triliun hingga kemarin.
Modal Asing Masuk Solid, Rupiah Menguat
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran masuk modal asing pada investasi langsung maupun investasi portofolio solid. "Investasi langsung dan investasi portofolio tetap membukukan surplus. Hal Ini merupakan cerminan terjaganya optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik, inflasi yang rendah, dan imbal hasil investasi yang menarik," ujarnya.
Seiring dengan hampir pastinya penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat oleh The Fed pada pertemuan bulan ini dan mengalirnya modal asing ke Indonesia, rupiah pun ditutup menguat terhadap dolar AS pada Rabu (4/9/2024) sore. Kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, mata uang Garuda menguat 0,4% terhadap greenback ke level Rp 15.490/USD sore ini, dibanding posisi Rp 15.557/USD kemarin.
Baca Juga
Berkah Bertemu Paus Fransiskus, Saham Emiten Prajogo (BREN) Ini Langsung Terbang ke Level Tertinggi
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor tengah bersiap menghadapi minggu yang dipenuhi dengan data penting. Ini termasuk laporan penggajian AS yang akan dirilis pada hari Jumat.
"Laporan pekerjaan itu diharapkan akan berdampak besar pada keputusan Federal Reserve, yang akan dirilis pada tanggal 18 September. Antisipasi terhadap data penggajian ini menyusul komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell bulan lalu, yang menandakan dimulainya penurunan suku bunga karena kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja. Kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve menjadi titik fokus bagi investor," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Menurut alat CME FedWatch, lanjut dia, ada peluang 63% untuk penurunan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin. Untuk penurunan sebesar 50 basis poin peluangnya 37%.
"Secara keseluruhan, pasar telah memperhitungkan total 100 basis poin dalam penurunan suku bunga FFR sepanjang tahun," paparnya.

