Asing Net Buy Saham Rp 0,35 Triliun Rabu, Net Sell Rp 0,46 Triliun di SBN Kemarin
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing masih mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Rabu (20/3/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,35 triliun. Hal ini melanjutkan pembelian bersih kemarin di Bursa Efek Indonesia, senilai Rp 0,76 triliun.
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis oleh Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi kemarin. Nonresiden di pasar SBN melakukan jual neto Rp 0,46 triliun.
"Suku bunga Fed Funds Rate (FFR) diprakirakan baru diturunkan oleh The Fed pada semester II 2024, sehingga ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi. Perkembangan tersebut mendorong lebih terbatasnya aliran masuk modal asing ke Indonesia. Penguatan dolar AS secara global juga berlanjut dan meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market, termasuk Indonesia,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Yield US Treasury pun meningkat, sejalan dengan premi risiko jangka panjang dan inflasi di Amerika Serikat yang masih di atas prakiraan pasar. Kondisi ini, lanjut dia, memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global, termasuk ke Indonesia.
Baca Juga
Masih Net Capital Inflow
Sepanjang Maret ini, asing masih mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 8,89 triliun. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga kemarin, asing membukukan penjualan bersih Rp 18,37 triliun.
BEI menyatakan pada Rabu ini, di Jakarta, akumulasi pembelian bersih saham oleh asing secara year to date sudah menembus Rp 27,32 triliun. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan, asing mencatatkan penjualan bersih ytd hingga kemarin Rp 26,97 triliun.
Baca Juga
BNI AM Ungkap SBN dan Kripto Mendisrupsi Investor Reksa Dana
"Aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio, terus berlanjut. Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 18 Maret 2024 masih mencatat net inflows sebesar 1,4 miliar dolar AS, meski sempat terjadi outflows pada bulan Maret 2024, dipicu masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Perry.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2024 juga tetap tinggi sebesar 144,0 miliar dolar AS. Ini setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Secara keseluruhan, NPI (neraca pembayaran Indonesia) 2024 pun diprakirakan tetap baik. NPI akan mencatatkan surplus dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah 0,1-0,9% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan melanjutkan surplus, didukung oleh aliran masuk modal asing yang dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik," ucap Perry.

