Menkeu Jelaskan Alasan Konsumsi Masyarakat Tumbuh di Bawah 5% pada 2023
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2023 di Sidang Paripurna DPR. Dalam tanggapannya, Sri Mulyani memaparkan alasan komponen konsumsi masyarakat yang tumbuh hanya 4,82% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2023.
“Konsumsi masyarakat yang hanya tumbuh 4,82% ini karena efek rambatan pandemi, sehingga kondisi masih belum sepenuhnya pulih,” ucap Sri Mulyani dalam sidang tersebut, Selasa (20/8/2024).
Meski demikian, menurut Bendahara Negara, konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,82% secara tahunan mencerminkan pertumbuhan yang stabil di tengah kondisi perekonomian global yang tidak pasti. Pada tahun tersebut, kondisi ekonomi global menghadapi tekanan akibat terpaan inflasi global, suku bunga tinggi, dan nilai tukar.
Baca Juga
Menko Airlangga: Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik
Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga memaparkan alasan pertumbuhan ekonomi 2023 belum mencapai asumsi makro sebesar 5,3% secara tahunan. Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% secara tahunan pada 2023 terjadi akibat perekonomian global masih belum sepenuhnya pulih.
“Konflik-konflik geopolitik, fragmentasi global disrupsi rantai pasok dan level inflasi global jadi penghalang pemulihan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini membatasi perekonomian global yang hanya tumbuh 3,3% pada tahun 2023,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.
Dengan pelemahan perekonomian global, lanjut Sri Mulyani, maka kinerja ekspor Indonesia pada 2023 juga menurun. Penurunan terjadi baik dari sisi volume ekspor maupun harga barang yang diekspor. Perlambatan ekspor tersebut, kata Sri Mulyani, menyebabkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga mengalami pelemahan karena kontribusi ekspor terhadap PDB mencapai 21,4%.
Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengapresiasi kepada para fraksi partai yang telah menyampaikan pandangannya atas capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mencapai 5,05% secara tahunan.
Sebelum itu, Wakil Ketua DPR Fraksi Partai Nasdem Rachmat Gobel menyampaikan bahwa rapat paripurna ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2024-2025 salah satunya membahas penyampaian tanggapan pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN TA 2023.
"Hadir 104 dan izin 185, dari 578 dan dihadiri seluruh anggota Fraksi DPR RI," ucap Gobel membuka Sidang Paripurna.

