Pangan RI Digempur Cuaca Ekstrem hingga Kekeringan, Mentan Amran Tawarkan Solusi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan kondisi pangan di Tanah Air menghadapi gempuran cuaca ekstrem, mulai dari perubahan iklim, El Nino, hingga kekeringan.
Untuk itu, Amran mengatakan, pemerintah akan memitigasi dan mengantisipasi berbagai macam kondisi iklim tersebut beserta dampaknya pada sektor pangan di dalam negeri.
"Mudah-mudahan bisa kita atasi dan mitigasi segala dampak yang ditimbulkan akibat iklim yang ekstrem, perubahan iklim El Nino dan kekeringan. Overlapping keduanya tahun ini bisa kita hadapi," kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Untuk mencapai ketahanan pangan di tengah cuaca ekstrem tersebut, Mentan Amran mengungkapkan Kementan telah melakukan berbagai upaya. Beberapa di antaranya, pompanisasi, optimasi lahan, dan pemberian bibit unggul hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Intinya sektor pangan kita melakukan akselerasi dan berikan solusi cepat pompanisasi dan optimasi lahan, kemudian benih unggul, alsintan. Itu solusi cepat atasi masalah pangan," terang Amran.
"Alhamdulilah di BPS (Badan Pusat Statistik) data kelihatan dua bulan ini produksi naik dibandingkan tahun sebelumnya," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mewaspadai musim kemarau pada Agustus 2024. Hal ini mengingat prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG ini akan berdampak pada sebaran peta sentra produksi beras di Tanah Air.
Dalam paparannya, Arief memperlihatkan sejumlah wilayah Indonesia yang akan mengalami curah hujan rendah dengan ditandai warna hitam. Pada gambar terlihat bahwa Pulau Jawa akan terjadi musim kemarau.
"Yang gelap gitu ya artinya curah hujannya sedikit pada saat curah hujan sedikit tempat yang gelap di bulan Agustus," ucap Arief dalam rapat koordinasi inflasi daerah secara daring, Senin (5/8/2024).

