Kurs Rupiah Dibuka Menguat Senin Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin (5/8/2024) pagi hari ini. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah dibuka menguat 45 poin ke level Rp 16.149/USD pukul 09.00 WIB.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyorot sejumlah rilis fundamenta ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menjadi sentimen utama terhadap pergerakan dolar. Ini di antaranya jumlah pekerja nonpertanian di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu yang meningkat hanya 114.000, jauh di bawah perkiraan 175.000.
"Sementara, tingkat pengangguran secara tak terduga naik menjadi 4,3% pada Juli 2024, tertinggi sejak Oktober 2021. Pendapatan yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar dan data manufaktur yang lemah juga meredam sentimen investor," kata Andry dalam keterangannya, Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Terpeleset Turun Rp 8.000 per Gram Senin Pagi
Kontraksi Pesanan Barang AS
Pesanan baru untuk barang manufaktur AS juga turun 3,3% per bulan, menjadi US$ 564,2 miliar pada Juni 2024. Kontraksinya lebih besar dari ekspektasi pasar sebesar 2,9% dan menandai penurunan paling tajam sejak Januari lalu.
Kontraksi tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan pesanan peralatan transportasi 20,6% menjadi USD 75,79 miliar, di mana pengukur yang mengecualikan transportasi naik tipis 0,1% per bulan. "Minggu ini akan menjadi minggu yang relatif tenang di Amerika Serikat, dengan hanya (rilis data) ISM Services PMI dan laporan neraca perdagangan yang signifikan. Selain itu, musim pendapatan untuk perusahaan-perusahaan besar perlahan berakhir," kata Andry.
Sebelumnya, kurs Bank Mandiri mencatat nilai tukar rupiah terapresiasi Jumat (2/8) lalu sebesar 0,22% menjadi Rp 16.200/USD. Namun, masih terdepresiasi sebesar 5,22% year to date, menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk kuartal kedua 2024.
Sedangkan untuk perdagangan hari ini, Ekonom Bank Mandiri tersebut memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran RP 16.177 - Rp 16.252 per dolar AS.
Baca Juga
Data Ekonomi AS Melemah, Harga Minyak Mentah Jatuh Lebih dari 3%

