JAKARTA, investortrust.id- Nilai tukar rupiah bergerak melemah dalam pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (22/7/2024). Dilansir dari Yahoo Finance, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 44 poin terhadap dolar Amerika Serikat ke posisi Rp 16.229/USD pada pukul 09.00 WIB.
Dalam komentar terbaru, Presiden Federal Reserve (The Fed) San Francisco Mary Daly mengatakan, meski data inflasi AS baru-baru ini membaik, ia masih mencari keyakinan bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target bank sentral negeri adidaya tersebut sebesar 2%. Gubernur The Fed Christopher Waller juga mengatakan, pemotongan suku bunga sudah dekat, namun ia menekankan akan mencermati data yang akan datang untuk sementara waktu.
Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyoroti soal klaim pengangguran mingguan AS terbaru yang melonjak lebih dari perkiraan. "Terutama disebabkan oleh faktor musiman, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja masih ketat," kata Andry dalam keterangannya, Senin (22/7/2024).
Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 19 Juli 2024.
Menurut Andry pekan ini, investor menunggu rilis sejumlah data di AS. Hal-hal penting yang akan disoroti adalah laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2024, inflasi personal consumption expenditures (PCE), serta pengeluaran dan pendapatan pribadi.
Sebelumnya Kurs Mandiri mencatat rupiah (19/07) terdepresiasi sebesar 0,2% ke Rp 16.190/USD Jumat lalu. Secara year to date,
mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 5,2%.
Sedangkan untuk perdagangan hari ini, ekonom Mandiri itu memprediksi kurs rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.175 hingga Rp 16.236 per USD.