KPPI Selidiki Plastik Styrofoam Impor dari Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam
JAKARTA, investortrust.id - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melakukan penyelidikan perpanjangan tindakan pengamanan perdagangan, yakni BMTP, terhadap impor expansible polystyrene (EPS) dengan nomor kode sistem harmonisasi (HS) 8 digit 3903.11.10. BMTP adalah Bea Masuk Tindakan Pengamanan yang dikenakan terhadap barang impor yang melonjak, yang menyebabkan atau mengancam terjadinya kerugian serius terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis atau secara langsung bersaing.
Ketua KPPI Franciska Simanjuntak menyebutkan, penyelidikan tersebut dilakukan terhadap impor EPS dari tiga negara impor utama Indonesia, yakni Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam. Hal ini dilakukan usai menerima permohonan resmi dari PT Kofuku Plastic Indonesia (PT KPI) pada 21 Juni 2024.
“Berdasarkan bukti awal permohonan penyelidikan perpanjangan yang disampaikan pemohon, kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator. Ini seperti kinerja industri dalam negeri yang memburuk pada periode 2021–2023,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga
Hal itu, antara lain, menyebabkan penurunan produksi, penjualan domestik, produktivitas, kapasitas terpakai, dan laba. Pemohon, lanjut Franciska, masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan penyesuaian strukturalnya secara optimal.
Pangsa Impor Taiwan 47%
Franciska menambahkan, PT KPI telah menginformasikan realisasi program penyesuaian struktural hingga saat ini yang mencapai 27,74%. Realisasi itu, menurut PT KPI dalam permohonannya, terbilang kecil.
Menurutnya, hal tersebut karena waktu tiga tahun -- jangka waktu pengenaan BMTP sebelumnya --, tidak memberi cukup waktu bagi industri dalam negeri untuk membuat penyesuaian struktural. “Oleh karena itu, pemohon meminta KPPI untuk memperpanjang pengenaan BMTP, agar PT KPI dapat menyelesaikan program penyesuaian struktural dan bersaing dengan barang impor,” kata Franciska.
Baca Juga
Pada 2023, impor utama expansible polystyrene terbesar berasal dari Taiwan, dengan pangsa impor sebesar 47,09%. Berikutnya Tiongkok dan Vietnam dengan pangsa impor masing-masing sebesar 37,56% dan 13,36%.
Selain ketiga negara tersebut, pangsa impor negara berkembang masih di bawah 3% dari total impor pada tahun yang sama.

