Kompak, Asing Catatkan Net Buy Saham Rp 0,01 Triliun Senin, SBN Rp 0,02 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing kembali mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Senin (22/7/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,01 triliun. Hal ini melanjutkan pembelian bersih Rp 0,08 triliun yang terjadi Jumat lalu di Bursa Efek Indonesia.
Sepanjang Juli ini, asing sudah mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 4,96 triliun month to date. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell saham Rp 2,77 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Senin (22/7/2024) sore.
Baca Juga
Biden Mundur, Kurs Rupiah Ditutup di Rp 16.228/USD Senin Hari Ini
Mengalirnya dana asing tersebut ikut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/7/2024). BEI mencatat, indeks naik 27,48 poin (0,38%) hingga kembali ke atas level 7.300, tepatnya 7.321,98.
Investortrust.id mencatat, net buy terbanyak terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 215,15 miliar. Berikutnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 38,89 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 33,36 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 29,07 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 22,97 miliar.
Net Buy SBN Rp 2,87 T Mtd
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Jumat lalu (19/7/2024). Non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan juga melakukan beli neto, senilai Rp 0,02 triliun.
Secara month to date, asing kembali mencatatkan pembelian bersih Rp 2,87 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Jumat lalu. Namun, secara year to date, asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp 31,08 triliun hingga Jumat lalu.
Baca Juga
Kadin: 26% Investor Global Jadikan ESG sebagai Navigasi Investasi
Simpanan Valas Melonjak
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2024 tumbuh lebih tinggi. M2 pada Juni 2024 tercatat sebesar Rp 9.026,2 triliun atau melonjak 7,8% (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 7,6% (yoy).
Pertumbuhan uang beredar itu antara lain didukung simpanan valas yang melonjak 19,6% year on year pada Juni 2024. "Simpanan berjangka valas tumbuh 27% ke Rp 365,4 triliun. Sedangkan giro valas tumbuh 18,7% yoy ke Rp 777,8 triliun dan tabungan tumbuh 10,5% ke Rp 187,8 triliun," katanya dalam keterangan di Jakarta, 22 Juli 2024.

