Asing Berlanjut Catatkan Net Buy Saham Rp 0,23 Triliun Senin, di SBN Rp 2,77 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing berlanjut mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Senin (20/5/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 0,23 triliun. Hal ini melanjutkan pembelian bersih pada Jumat (17/5/2024) sebesar Rp 0,87 triliun di Bursa Efek Indonesia.
Namun, sepanjang Mei ini, asing masih mencatatkan penjualan bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 7,76 triliun. Secara year to date, berdasarkan data RTI hingga Senin sore, asing juga masih mencatatkan net sell saham Rp 0,04 triliun.
Baca Juga
Berbalik Arah, Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan I 2024 Defisit US$ 6,0 Miliar
Sementara itu, situs Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga berita ini diturunkan masih gagal menampilkan data statistik harian yang biasa disajikan jam 5 sore hari, setelah sejak Jumat sore pekan lalu mengumumkan adanya maintenance.
SBN Mtd Net Buy Rp 12,68 T
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Jumat lalu. Non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan beli neto Rp 2,77 triliun.
Secara month to date, asing juga mencatatkan pembelian bersih Rp 12,68 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Jumat lalu. Namun, secara year to date, asing masih mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 39,5 triliun.
Baca Juga
Terbitkan Samurai Bond JPY 200 Miliar
Sementara itu, pemerintah RI tercatat menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi yen Jepang (Samurai Bond) sebesar JPY 200 miliar pada 17 Mei 2024. Ini sekaligus penerbitan Blue Bonds kedua.
"Pemerintah Republik Indonesia sukses melakukan transaksi penerbitan SUN dalam valuta asing berdenominasi yen Jepang sebesar JPY 200 miliar pada tanggal 17 Mei 2024, dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun dan 20 tahun. Transaksi ini merupakan penerbitan Samurai Bond selama 10 tahun berturut-turut sejak tahun 2015, dengan kupon terendah 0,99% untuk tenor 3 tahun dan tertinggi 2,55% untuk tenor 20 tahun," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Suminto dalam keterangan di Jakarta, pada 17 Mei 2024.
Pada penerbitan kali ini, lanjut dia, pemerintah RI kembali sukses menerbitkan SUN Blue Bonds berdenominasi yen Jepang untuk kedua kalinya sebesar JPY 25 miliar, dengan sebagian pada tenor 7 tahun dan 10 tahun, serta keseluruhan tenor 20 tahun. Penerbitan tenor 20 tahun tersebut mencatatkan sejarah sebagai Blue Bonds dengan tenor terpanjang. Penerbitan Samurai Bond termasuk di dalamnya Blue Bonds di pasar Jepang ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para investor, yang tecermin dari total permintaan investor mencapai JPY 329,5 miliar.
Penerbitan Blue Bonds ini didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan kementerian/lembaga RI yang memiliki proyek sebagai underlying. Selain itu, didukung United Nations Development Programme (UNDP).
“Penerbitan Blue Bonds kedua ini memperkuat komitmen pemerintah Indonesia terhadap pembiayaan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung sektor biru. Penerbitan Blue Bonds ini mendorong peluang bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pembiayaan berkelanjutan, sekaligus juga merupakan bukti kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang mendukung pembangunan ekonomi biru di Indonesia,” ujar Suminto.
Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Norimasa Shimomura mengatakan, pemerintah Indonesia patut mendapatkan apresiasi atas keberhasilan penerbitan Blue Bond kedua. Hal ini menegaskan komitmen teguh RI terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemajuan ekonomi biru.
"UNDP Indonesia bangga dapat terus bekerja sama secara erat dengan Kementerian Keuangan RI dalam merintis inisiatif ini. Langkah tersebut mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia, serta menjadi preseden penting bagi negara-negara lain dalam mengatasi tantangan lingkungan melalui pembiayaan inovatif," ujar Shimomura.
Penerbitan Samurai Bond ini ditujukan untuk pembiayaan APBN 2024. Hasil penerbitan Blue Bonds digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang termasuk dalam kualifikasi belanja sektor blue (terkait kemaritiman) sesuai dengan SDGs Government Securities Framework (SDGs Framework). Framework tersebut telah mendapatkan Second Party Opinion dari CICERO dan International Institute for Sustainable Development (IISD).
Program dan proyek blue diseleksi melalui mekanisme Penandaan Anggaran Perubahan Iklim atau Climate Budget Tagging (CBT), yaitu mekanisme untuk mengidentifikasi anggaran yang digunakan untuk membiayai output yang secara khusus ditujukan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Penerbitan kedua Blue Bonds ini dinilai kembali mempertegas kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi berkelanjutan di pasar global, sebagai negara pertama di dunia yang menerbitkan Blue Bonds yang sejalan dengan standar International Capital Market Association (ICMA) principles.
Daiwa Securities Co Ltd, Mizuho Securities Co Ltd, Nomura Securities Co Ltd, dan SMBC Nikko Securities Inc adalah joint lead managers untuk penerbitan obligasi Samurai Republik tahun ini.

