Investasi Portofolio Triwulan II Diprakirakan Net Inflows US$ 4,3 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memaparkan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat dan mendukung ketahanan eksternal. Defisit transaksi berjalan triwulan II-2024 diprakirakan rendah, didorong oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang yang tercatat sebesar 8,0 miliar dolar AS.
"Sementara itu, transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat surplus, di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Investasi portofolio pada triwulan II-2024 diprakirakan mencatat net inflows sebesar 4,3 miliar dolar AS dan berlanjut pada awal triwulan III 2024 (hingga 15 Juli 2024) yang mencatat net inflows sebesar 4,4 miliar dolar AS,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juli 2024 dengan cakupan triwulanan, di Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga
BI: Stimulus fiskal Naik, Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5,5% Tahun Ini
Cadev Naik
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2024 juga meningkat menjadi sebesar 140,2 miliar dolar AS. Cadev itu setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan tetap baik. Ini dengan defisit transaksi berjalan yang rendah, dalam kisaran sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB (produk domestik bruto)," ucapnya.
Baca Juga
Neraca transaksi modal dan finansial juga diprakirakan tetap mencatatkan surplus, didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing. Modal asing ini baik dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

