Kurs Rupiah Menguat ke Rp 16.118/USD
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu (17/7/2024) pagi. Hal ini seiring pelemahan indeks dolar AS.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback tercatat berada di Rp 16.118 pada pukul 10.00 WIB, berdasarkan data RTI. Rupiah menguat 0,25% atau 41 poin dibanding kemarin.
"Pada pertemuan 'Economic Club' di Washington, Ketua The Fed Jerome Powell mengapresiasi kondisi inflasi AS yang semakin mendukung optimisme terhadap perekonomian. Selain itu, ia juga melihat kebijakan yang restriktif saat ini tidak berlebihan dalam menekan inflasi," kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Makin Melambung, Naik Rp 17.000 per Gram Rabu Pagi
Meski demikian, Powell menolak memberikan arahan spesifik mengenai kapan dimulainya pemangkasan suku bunga The Fed di tahun ini. Saat ini Fed Funds Rate bertahan tinggi di level 5,25-5,50%, selisih tipis dengan suku bunga acuan Bank Indonesia BI Rate 6,25%.
Indeks dolar AS, berdasarkan data Yahoo Finance, tercatat melemah 0,07 poin atau 0,07% ke level 104,20. Namun, DXY ini menguat 2,84% secara year to date.
Spekulasi Kemenangan Trump
Pelaku pasar juga mencermati spekulasi kemenangan calon presiden AS Donald Trump yang meningkat pasca-insiden penembakan. Di sisi lain, spekulasi kemenangan Trump di Eropa justru menimbulkan kekhawatiran aturan perang dagang yang lebih ketat dari sebelumnya dan kebijakan anti-imigrasi.
Di Asia, Biro Statistik Nasional melaporkan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok periode kuartal II-2024 secara mengejutkan hanya tumbuh 4,7% year on year (yoy), lebih rendah dari kuartal sebelumnya dan estimasi pasar.
Pasalnya, penjualan ritel yang merupakan parameter utama PDB hanya tumbuh 2% di bulan Juni, turun signifikan dari Mei di 3,7%. Selain itu, investasi bidang infrastruktur dan manufaktur serta properti masih belum menunjukan peningkatan hingga akhir Juni.
"Hari ini pelaku pasar akan menanti rilis data penjualan ritel AS," paparnya.
Pelaku pasar juga mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung dua hari, 16-17 Juli 2024. BI Rate diperkirakan dipertahankan.
Baca Juga
(Disclaimer on)

