Ekonom Senior DBS Prediksi BI Tahan Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) akan kembali melangsungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16-17 Juli 2024. Ekonom Senior DBS Group, Randhika Rao memprediksi BI mempertahankan suku bunga acuan, BI-Rate, di level6,25%.
"Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga bulan ini," kata Randhika dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2024).
BI mematok BI-Rate di posisi 6,25% sejak April 2024. Sebelumnya, Bank Sentral menahan suku bunga acuandi level 6,00% selama enam bulan beruntun atau sejak Oktober 2023 hingga Maret 2024.
Baca Juga
BI Rate Tetap 6,25%, Ini Pengaturan Baru Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank
Randhika Rao mengungkapkan, harga pangan bergejolak (volatile food) terus menurun, bahkan turut membantu proses deflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni 2024 terjadi inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,51%.
Adapun secara bulanan (month to month/mtm) terjadi deflasi 0,08%, sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/ytd) mencapai 1,07%.
Menurut Randhika Rao, saat deflasi masih berada di jalur kondusif, BI juga melakukan sejumlah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Dibandingkan inflasi, stabilitas kurs rupiah menjadi pendorong utama bagi BI dalam memutuskan kebijakan suku bunga acuan,” ujar dia.
Randhika juga menyoroti komentar Gubernur BI, Perry Warjiyo yang memberikan isyarat penurunan suku bunga acuan akan terjadi pada kuartal IV-2024. “Itu tetap akan bergantung pada volatilitas rupiah dan arus masuk kecenderungan fiskal pemerintah,” tutur dia.
BI, kata Randhika, memiliki pilihan yang terbatas. Namun BI dapat terus mempertahankan stabilitas kurs rupiah melalui intervensi dan menarik arus masuk asing ke instrumen Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Baca Juga
Perry: BI Rate Dipertahankan 6,25%, Yakin Rupiah ke Depan Menguat
"Yang menggembirakan, rupiah bergerak jauh lebih baik pada Juli, mengikuti indeks dolar yang lebih melemah," tutur dia.
Rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Senin (15/7/2024), melemah ke level Rp 16.174 per dolar AS dibanding hari sebelumnya Rp 16.154. Posisi mata uang NKRI terus menjauh dari asumsi makro APBN yang dipatok Rp 15.000 per dolar AS.

