Hore! Kurs Rupiah Menguat Dekati Rp 16.000/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terus menguat mendekati Rp 16.000/USD, dalam penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (12/7/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah menguat 46 poin ke level Rp 16.154/USD, dibanding kemarin di posisi Rp 16.200/USD.
Kurs rupiah juga terpantau menguat terhadap greenback dalam perdagangan spot valas yang dilansir Yahoo Finance. Hingga pukul 15.30 WIB, rupiah terapresiasi 49 poin ke level Rp 16.140/USD, dibanding kemarin yang bertengger di Rp 16.189/USD.
Penguatan rupiah ini seiring rilis laju inflasi Amerika Serikat pada Juni 2024 mengalami perlambatan. Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI), yang mengukur biaya barang dan jasa di seluruh perekonomian AS, turun 0,1% dari bulan Mei, dengan tingkat kenaikan harga 12 bulan sebesar 3% atau level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (11/7/2024), tingkat indeks harga semua objek barang di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu turun dari bulan Mei 3,3% yoy (year on year). Penurunan tingkat inflasi memberikan dukungan lebih lanjut bagi Federal Reserve untuk mulai memangkas suku bunganya pada tahun ini.
"Greenback terpukul oleh data CPI yang lebih lemah dari perkiraan. Ini menunjukkan inflasi sedikit lebih tenang dari perkiraan pada bulan Juni," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga
Angka tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan lebih percaya diri untuk mulai memangkas suku bunga. Para pedagang memperkirakan kemungkinannya sebesar 83,4% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, dibandingkan dengan peluang sebesar 64,7% yang terlihat pada minggu lalu, menurut CME Fedwatch.
Akan Tetap Tumbuh 5,2%
Dari dalam negeri pemerintah telah memperkirakan ekonomi Indonesia masih akan tetap tumbuh 5,2% hingga akhir tahun ini, sesuai dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di APBN. Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 hanya sebesar 5%.
Demikian juga Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya 5%. Bank Indonesia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,1%.
"Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,2% sampai akhir tahun itu akan ditopang oleh menggeliatnya ekspor dan investasi di Indonesia," ucap Ibrahim.
Ia memprediksi tren menguatnya kurs rupiah akan kembali terjadi dalam perdagangan Senin (15/7/2024) mendatang. Ia memprediksi kurs rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.080-16.150/USD.

