Asing Net Sell Saham Rp 0,17 Triliun Rabu, Capital Inflow Pasar Keuangan Rp 98 Triliun Ytd
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir keluar dari pasar saham domestik pada Rabu (10/7/2024), dengan mencatatkan net sell Rp 0,17 triliun. Hal ini berbalik arah dengan pembelian bersih Rp 0,02 triliun kemarin di Bursa Efek Indonesia.
Namun, sepanjang Juli ini, asing masih mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 2,35 triliun month to date. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell saham Rp 5,38 triliun atau US$ 330,67 juta,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Rabu (10/7/2024) sore.
Baca Juga
Asing Net Sell Rp 168,86 Miliar, Berikut Daftar Lima Saham yang Dilepas
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Senin lalu (8/7/2024). Non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan melakukan pembelian neto Rp 0,07 triliun.
Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 0,32 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Senin lalu. Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 33,63 triliun hingga Senin lalu.
Baca Juga
9 Fraksi di Komisi VI DPR Dukung Pemberian PMN 2025 Senilai Rp 44,2 Triliun
Capital Inflow di Pasar Keuangan, Rupiah Rebound
Sementara itu, Ekonom Senior PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman mengungkapkan, rupiah sempat melemah terhadap dolar Amerika Serikat ke level Rp 16.290/USD pada pembukaan perdagangan pagi tadi, berdasarkan kurs Bank Permata. Namun, kemudian, mata uang Garuda bergerak menguat terbatas hingga perdagangan ditutup Rabu sore. "Melemahnya rupiah pagi tadi akibat sentimen dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell semalam yang dianggap masih cenderung hawkish," katanya kepada Investortrust.id, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Rupiah berhasil melawan tekanan greenback dan ditutup menguat pada Rabu (10/7/2024) sore, berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Nilai tukar rupiah menguat 25 poin atau 0,15% ke level Rp 16.256/USD, dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Dari pantauan di pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, rupiah juga bergerak menguat tipis. Hingga pukul 17.00 WIB, kurs rupiah terangkat 9 poin ke level Rp 16.235/USD, dibanding pada perdagangan hari sebelumnya Rp 16.244/USD.
Penguatan itu seiring dengan masih kuatnya aliran masuk dana asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menawarkan suku bunga hingga 7,39%. Ini jauh lebih tinggi dari yield Surat Berharga Negara. Sementara, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hanya menguat 0,20% year to date, setelah hari ini ditutup menguat 0,24% ke level 7.287,04.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, secara ytd, masih terjadi capital inflow di pasar keuangan dalam negeri. Nilainya sekitar Rp 98,15 triliun.
"Berdasarkan data transaksi sepekan 1-4 Juli 2024, nonresiden tercatat beli neto Rp 8,34 triliun di pasar keuangan RI, yang terdiri dari beli neto Rp 8,15 triliun di SRBI dan beli neto Rp 2,08 triliun di pasar saham, serta jual neto Rp 1,89 triliun di pasar SBN. Sedangkan selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 4 Juli, nonresiden tercatat beli neto Rp 139,79 triliun di SRBI, jual neto Rp 32,58 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp 9,06 triliun di pasar saham," paparnya.
Head of Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan Ekonom Bahana Sekuritas Drewya C dalam risetnya memaparkan, investor asing masih melakukan pembelian SRBI Rp 40,3 triliun pada Juni 2024. Bahkan, nilainya sempat menembus Rp 77 triliun di bulan sebelumnya.
"Untuk investor domestik nonbank tercatat membeli SRBI senilai total Rp 34,4 triliun di Juni 2024, meningkat signifikan dari Rp 1,3 triliun di bulan sebelumnya. Berdasarkan data BI, aliran masuk ini kemungkinan berasal dari dana pengelolaan aset, dana asuransi, dan dana pensiun yang mencari imbal hasil tinggi dari surat berharga rupiah," paparnya.

