Ekonom: Investor Domestik Nonbank Serbu SRBI Rp 34,4 Triliun Juni
JAKARTA, investortrust.id - Investor domestik nonbank membeli Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai total Rp 34,4 triliun di Juni 2024. Investasi ini meningkat signifikan dari Rp 1,3 triliun di bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), aliran masuk tersebut kemungkinan berasal dari dana pengelolaan aset, dana asuransi, dan dana pensiun yang mencari imbal hasil tinggi dari surat berharga rupiah. "Sementara itu, investor asing mengurangi pembelian SRBI mereka dengan membeli Rp 40,3 triliun di bulan Juni, dibandingkan dengan Rp 77 triliun di bulan sebelumnya," ujar Head of Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan Ekonom Bahana Sekuritas Drewya C dalam risetnya, dikutip Rabu (10/7/2024).
Bunga Hingga 7,39%
Seperti dilaporkan oleh BI, pembeli luar negeri kini memiliki 27% dari total dana SRBI. Sedangkan bank domestik memiliki 64% dan investor domestik nonbank memiliki 6%.
"Arus masuk asing yang lebih rendah dan pembelian SRBI dalam negeri yang lebih tinggi dapat menimbulkan efek crowding out yang lebih serius," paparnya.
SRBI dirancang BI untuk menarik dana asing, namun data menunjukkan instrumen ini belum memperluas pool valas dalam negeri secara signifikan. Surat berharga rupiah/SRBI dinilai sekedar menggeser atau crowd out bank-bank asing pemilik obligasi pemerintah/Surat Berharga Negara (SBN).
"Contohnya, kepemilikan asing di SRBI meningkat sebesar Rp 77 triliun di Mei 2024, kemungkinan besar berasal dari SBN, yang kepemilikan asingnya secara kumulatif menurun sebesar Rp 52,7 triliun dari Januari hingga April lalu," bebernya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), aliran masuk tersebut kemungkinan berasal dari dana pengelolaan aset, dana asuransi, dan dana pensiun yang mencari imbal hasil tinggi dari surat berharga rupiah. "Sementara itu, investor asing mengurangi pembelian SRBI mereka dengan membeli Rp 40,3 triliun di bulan Juni, dibandingkan dengan Rp 77 triliun di bulan sebelumnya," ujar Head of Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan Ekonom Bahana Sekuritas Drewya C dalam risetnya, dikutip Rabu (10/7/2024).
Baca Juga
Penanaman Modal Asing Melonjak 148,96% Era Pemerintahan Jokowi
Bunga Hingga 7,39%
Seperti dilaporkan oleh BI, pembeli luar negeri kini memiliki 27% dari total dana SRBI. Sedangkan bank domestik memiliki 64% dan investor domestik nonbank memiliki 6%.
"Arus masuk asing yang lebih rendah dan pembelian SRBI dalam negeri yang lebih tinggi dapat menimbulkan efek crowding out yang lebih serius," paparnya.
SRBI dirancang BI untuk menarik dana asing, namun data menunjukkan instrumen ini belum memperluas pool valas dalam negeri secara signifikan. Surat berharga rupiah/SRBI dinilai sekedar menggeser atau crowd out bank-bank asing pemilik obligasi pemerintah/Surat Berharga Negara (SBN).
"Contohnya, kepemilikan asing di SRBI meningkat sebesar Rp 77 triliun di Mei 2024, kemungkinan besar berasal dari SBN, yang kepemilikan asingnya secara kumulatif menurun sebesar Rp 52,7 triliun dari Januari hingga April lalu," bebernya.
Baca Juga
Penerbitan Obligasi Korporasi Diprediksi Capai Rp 90 Triliun Semester II-2024
SRBI telah ditawarkan dengan bunga rata-rata 6,85%, dengan jumlah outstanding terbaru sebesar Rp 666,5 triliun. Menurut Bank Indonesia, sejak penerbitan pertama, kepemilikan asing telah melonjak dari 7% menjadi 27% per Mei 2024.
Dalam dua bulan terakhir, penawaran masuk meningkat secara signifikan, memuncak pada Rp 65,3 triliun ketika suku bunga yang ditawarkan mencapai 7,39%. Sementara instrumen BI lainnya seperti SVBI (surat berharga VA AS BI) dan TD DHE (Deposito Berjangka Hasil Ekspor Valas) secara kumulatif masing-masing telah menguat menjadi US$ 9,1 miliar dan US$ 8,6 miliar.

