Indonesia Impor Listrik dari Malaysia, Ini Alasan Kementerian ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memungkiri bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor listrik dari Malaysia.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengakui bahwa aliran listrik di Kalimantan harus diperkuat, sehingga membutuhkan bantuan negara tetangga.
“Masih ada impor untuk perkuat sistem di sana (Kalimantan). Untuk menutupi kurangnya kebutuhan listrik yang saat ini masih melanda Kalimantan,” kata Jisman saat ditemui di kompleks gedung DPR, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Jisman menyampaikan, jaringan listrik milik PT PLN (Persero) di Kalimantan sebetulnya sudah ada, tapi dinlilai masih kurang. Adapun impor listrik dari Malaysia ini bersumber dari pembangkit listrik tenaga air (hidro).
“Ada PLN, tapi masih kurang. Itu kan sumbernya dari hidro, jadi lebih bersih,” terang Jisman.
Berdasarkan laporan dari Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023, yang dirilis Kementerian ESDM pada 7 Juni 2024, impor listrik RI dari Malaysia mencapai 892,91 Giga Watt hour (GWh), meningkat hampir 12% dari tahun sebelumnya yang mencapai 797,38 GWh.
Dalam laporan tersebut, tercatat selama 10 tahun terakhir Indonesia masih bergantung pada impor listrik berbasis air atau Hydro Power Plan dari Malaysia. Pasokan listrik tersebut berasal dari perusahaan listrik Malaysia, Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO), anak usaha Sarawak Energy Berhad.
Baca Juga
PLN Tambah Pasokan Listrik Jadi 500 KV Dukung Investasi di Banyuwangi
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN, Adi Lumakso, memandang impor listrik dari Malaysian ini sebagai hal yang lumrah. Menurutnya, bukan tak mungkin kalau di masa depan justru Malaysia yang gantian melakukan impor listrik dari Indonesia jika transmisi sudah dibangun.
“Kalau impor kan biasa, karena memang kerja sama antara Malaysia dan Indonesia. Dan itu nanti ada peraturannya, ketentuannya harus ditempuh. Nanti kapan-kapan kita juga yang nanti ekspor ke mereka. Kita lagi transmisi,” sebut Adi Lumakso dalam kesempatan terpisah.

