Kepercayaan Konsumen RI Menurun, CORE: Deflasi Terjadi Namun Harga Masih Tinggi
JAKARTA, Investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatatkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2024 berada di level 123,3. Angka itu menurun dibandingkan posisi pada bulan Mei 2024 yang mencapai 125,2.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian mengungkap, IKK bulan Juni 2024 meski masih berada di level optimis, namun mengalami penurunan kepercayaan. Ia mengatakan IKK tengah mengalami kontraksi sejak Mei dan berlanjut hingga Juni 2024.
Menurutnya penurunan kepercayaan konsumen didorong oleh sentimen terhadap kondisi ekonomi domestik. Ia menyoroti anjloknya indeks ketersediaan lapangan kerja dan pembelian durable goods.
Baca Juga
Komponen Harga Pangan Bergejolak Sumbang Deflasi Juni 2024, Ini Respons Bos Bapanas
Merujuk hasil survei BI, Ekonom CORE itu mengatakan sub ketersediaan lapangan kerja mengalami penurunan indeks kepercayaan. Hal itu terjadi terhadap golongan lulusan pendidikan SLTA, sarjana dan pascasarjana, sedangkan dari segi usia hampir keseluruhan optimismenya menurun.
"Artinya masyarakat merasa sulitnya mendapatkan lapangan kerja di tengah gelombang isu PHK dan tingginya inflasi pangan, yang membuat daya beli masyarakat terutama kalangan bawah kian tergerus," ungkap Eliza kepada Investortrust.id, Senin (8/7/2024).
Ia menjelaskan meski komoditas pangan mengalami deflasi, namun harganya relatif masih tinggi apabila dibandingkan awal tahun 2024. Tingginya harga pangan yang tidak diiringi dengan kenaikan upah membuat optimisme pembelian durable goods menurun di kalangan masyarakat kelas bawah.
Alumnus Magister Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan sentimen terhadap isu PHK bisa terlihat dari salah satu sub indeks keyakinan industri (IKI). Di antaranya adalah faktor produksi, yang mengalami penurunan sejak April hingga Juni 2024.
Adapun per Juni 2024, IKI mengalami kontraksi yang nilainya hanya berada di level 46,99. Sedangkan pada bulan Mei 2024 lalu IKI berada di level 50,01. "IKI diatas 50 artinya masih ekspansif, kalau di bawah 50 itu kontraktif," tutup Eliza.
Survei Konsumen BI pada Juni 2024 mengindikasikan IKK berada di level 123,3. Angka itu menurun dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang mencapai 125,2.
Baca Juga
Rupiah Menguat Usai Rilis Data Deflasi Juni, Menjauh dari Rp 16.400/USD
Namun BI menyebut keyakinan konsumen per Juni 2024 terhadap kondisi ekonomi masih tetap kuat. Hal ini tercermin dari angka IKK Juni 2024 yang masih berada pada level optimis (>100).
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Juni 2024 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)," tulis BI dalam keterangan resmi, Senin (8/7/2024).
Meski demikian, IKE dan IEK masing-masing mengalami penurunan yang juga memicu menurunnya IKK per Juni 2024. IKE pada Juni 2024 tercatat sebesar 112,9 atau turun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 115,4. Sedangkan IEK tercatat sebesar 133,8 atau turun dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 135,0.
Kemudian pada Juni 2024, keyakinan konsumen terpantau mengalami penurunan pada hampir seluruh kategori pengeluaran, dan hanya responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta yang meningkat dari 127,8 pada Mei 2024 menjadi 130,3 pada Juni 2024.
Sedangkan berdasarkan kelompok usia, hanya responden dengan kelompok usia 31 hingga 40 tahun yang meningkat, yakni dari 128,3 pada Mei 2024 menjadi 127,8 pada Juni 2024.

