Pasar AS Libur, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.334/USD Hari Jumat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Meski cadangan devisa Indonesia menguat pada Juni, nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam pembukaan perdagangan Jumat (5/7/2024) pagi. Dilansir dari Yahoo Finance, pada pukul 09.30 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 10 poin terjadap greenback ke posisi Rp 16.334/USD, dibanding hari sebelumnya yang sempat rebound di level Rp 16.234/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro memaparkan, pelemahan rupiah ini di tengah pasar di Amerika Serikat libur dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan 4 Juli waktu setempat. Sementara data harga konsumen terbaru dari zona euro menunjukkan inflasi utama di kawasan euro turun menjadi 2,5% pada bulan Juni.
Sebelumnya Kurs Mandiri mencatat mata uang rupiah kemarin terapresiasi 0,2% ke Rp 16.330/USD. Namun, rupiah masih terdepresiasi 6,06% secara year to date. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, ia memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.273-16.384 per dolar AS.
Head of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, kemarin , DXY atau indeks dolar AS terkoreksi. Ia juga menjelaskan bursa AS libur pada Hari Kemerdekaan 4 Juli.
"terkait pemangkasan suku bunga The Fed, pasar menilai ada harapan," katanya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Ia juga mengatakan, pemilu legislatif di Inggris menunjukkan kemenangan Partai Buruh. Di Asia, investor mencermati kondisi menjelang pertemuan pimpinan Partai Komunis Tiongkok (third plenum) pada 15-18 Juli 2024.
Pelaku pasar memperkirakan pemerintah Tiongkok akan kembali meluncurkan stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pemerintahTiongkok menyambut para investor Jepang untuk meningkatkan akses pasar dan mempererat hubungan bilateral negara, yang kemudian direspons positif oleh investor.
Pelaku pasar memperkirakan pemerintah Tiongkok akan kembali meluncurkan stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Di sisi lain, pemerintahTiongkok menyambut para investor Jepang untuk meningkatkan akses pasar dan mempererat hubungan bilateral negara, yang kemudian direspons positif oleh investor.
"Hari ini, pelaku pasar akan fokus pada rilis data tenaga kerja NFP, tingkat pengangguran AS, dan komentar dari anggota The Fed John Williams," imbuhnya.

