Kurs Rupiah Melemah ke Rp 15.727/USD Jumat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat menjelang akhir pekan ini. Dilansir Yahoo Finance, pada pukul 10.00 WIB, mata uang Garuda melemah 37 poin ke level Rp 15.727/USD, dibanding posisi Rp 15.690/USD kemarin.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan, pergerakan perdagangan valas dipengaruhi data penjualan ritel AS jauh lebih kuat dari yang diantisipasi dan klaim pengangguran mingguan turun. "Hal ini meredakan kekhawatiran akan resesi di AS," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Reli Obligasi AS
Penjualan ritel AS tercatat melonjak sebesar 1% pada Juli, dibanding stagnasi pada Juni lalu. Ini jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3%, yang mencerminkan ketahanan baru dari konsumen.
Selain itu, klaim pengangguran baru secara tak terduga turun ke level terendah satu bulan pada pertengahan Agustus, yang membatasi kekhawatiran akan melemahnya pasar tenaga kerja menyusul laporan pekerjaan bulan Juli. "Di mana hal itu memicu reli untuk obligasi Treasury safe haven di awal bulan," kata Andry.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 per Gram, Begini Rinciannya
Di sisi lain, data awal minggu ini juga menunjukkan tanda-tanda lebih lanjut meredanya inflasi, yang meningkatkan keyakinan bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga AS pada September.
Sementara itu, kemarin, kurs Bank Mandiri mencatat rupiah terdepresiasi sebesar 0,11% menjadi Rp 15.695/USD. Secara year to date, rupiah terdepresiasi sebesar 1,94%. Ia mengatakan indeks dolar naik tajam hingga di atas ambang batas 103,1, bangkit dari level terendah tujuh bulan di 102,6 setelah data ekonomi yang kuat memperkuat argumen untuk perubahan yang lebih lunak oleh Fed.
Dari dalam negeri, surplus perdagangan Indonesia turun menjadi US$ 0,47 miliar pada Juli-24 dari US$ 1,29 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, jauh lebih kecil dari estimasi pasar sebesar US$ 2,45 miliar. Itu adalah surplus perdagangan terkecil sejak Mei-23, karena ekspor tumbuh jauh lebih sedikit daripada impor.
Baca Juga
"Sedangkan untuk perdagangan hari mata uang rupiah terhadap indeks dolar kemungkinan akan bergerak di sekitar Rp 15.642 - Rp 15.378 per dolar AS," tutup Andry.

