Kurs Rupiah Melemah Pada Pembukaan Perdagangan Jumat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (26/7/2024) pagi, di tengah berbagai sentimen dari data ekonomi AS. Dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, kurs mata uang Garuda melemah 40 poin ke Rp 16.284/USD, dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 16.244/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, pelaku pasar mencermati perkembangan data ekonomi AS. "Ekonomi AS tumbuh 2,8% per tahun pada kuartal kedua 2024, naik dari 1,4% pada kuartal pertama 2024 serta di atas perkiraan sebesar 2% menurut estimasi awal. Belanja konsumen meningkat lebih cepat, yang dipimpin oleh peningkatan konsumsi barang, terutama kendaraan bermotor, barang dan kendaraan rekreasi, serta bensin, sementara layanan melambat," paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Tergelincir Jatuh Rp 14.000 per Gram, Saatnya Borong?
Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran di AS turun 10.000 menjadi 235.000 pada periode yang berakhir 20 Juli 2024. Ini di bawah ekspektasi pasar sebesar 238.000. Meskipun terjadi penurunan, ia menyebut, jumlah klaim tetap jauh di atas rata-rata tahun ini.
Penguatan Peluang Pemangkasan Bunga
Andry juga mengatakan, pasar tenaga kerja AS secara historis masih ketat. Di sisi lain, pesanan baru AS untuk barang tahan lama yang diproduksi di negeri Paman Sam itu merosot 6,6% per bulan pada Juni 2024, setelah empat kali kenaikan bulanan berturut-turut, dan tidak memenuhi ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 0,3%.
"Lalu, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh The Fed kini kembali ke angka 100%," bebernya.
Baca Juga
Minyak Mentah Naik Hampir 1% Didorong Pertumbuhan Ekonomi AS
Sementara itu, kemarin, kurs di Mandiri mencatat rupiah terdepresiasi 0,2% ke level Rp 16.250/USD, atau terdepresiasi 5,5% year to date. Sedangkan untuk perdagangan hari ini, ekonom Bank Mandiri itu memprediksi kurs rupiah akan bergerak fluktuatif untuk ditutup di kisaran Rp 16.255 - Rp 16.284/USD.

