Meski Likuiditas Ketat, Pertumbuhan Kredit Perbankan Diprediksi Tetap Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto optimistis terhadap pertumbuhan kredit perbankan nasional 10-12%, meskipun suku bunga tinggi yang berimbas terhadap pengetatan likuiditas dana.
"Kebijakan BI yang diambil saat ini berfungsi untuk mendukung stabilitas, sehingga Mirae Asset memperkirakan hal ini akan bertahan lebih lama dengan pengaruh dari volatilitas pupiah yang semakin terjaga," ujar Rully dalam acara Investor Network Summit 2024 Maintaining Growth : Indonesia's Economic Outlook Amidst Challenging Global Environment di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Di menyebutkan, target pertumbuhan kredit tersebut juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia menjadi 5,01% pada 2024 dan 5,02% pada 2025. Tingkat PDB tersebut lebih rendah dari perkiraa, karena penurunan suku bunga yang tidak seagresif dari perkiraan.
Sedangkan ekonomi global pada semester II-2024, kata Rully, akan ditopang oleh Amerika Serikat (AS) dan India sebagai mesin pertumbuhan hingga tahun depan. "Untuk AS, pertumbuhan ekonomi didorong oleh dampak lambat dari pengetatan kebijakan moneter yang sangat agresif sejak 2022," terang dia.
Baca Juga
Optimisme Jelang Private Placement, Bagaimana Prospek Saham PIK2 (PANI)?
Ketegangan geopolotik masih menjadi faktor pemicu ketidakpastian global, seperti ketegangan politik di Timur Tengah. "Selain itu, Ketegangan geopolitik di daerah lain, dapat mendorong volatilitas jangka pendek, tetapi angka permintaan global masih lemah terutama karena lemahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok," ucap dia.
Grafik BI Rate

