Rata-Rata Penarikan Utang Rp 16,94 Triliun pada Lelang SBN hingga Mei 2024
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut pembiayaan utang menjadi salah satu instrumen untuk menutupi defisit. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah mendorong lelang Surat Berharga Negara (SBN) melalui pasar domestik.
Selama Mei 2024, pemerintah telah menggelar empat kali lelang SBN dengan bid to cover ratio 2,21x.
“Sepanjang 2024 sampai dengan Mei, rata-rata penawaran yang masuk pada lelang SBN mencapai Rp 38,04 triliun per lelang dengan rata-rata nominal yang dimenangkan Rp 16,94 triliun per lelang,” tulis laporan Kemenkeu dalam APBN KiTa edisi Juni 2024, diakses Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
Kompak, Asing Berbalik Catatkan Net Buy Saham Rp 0,19 Triliun, di SBN Rp 0,18 Triliun
Laporan tersebut menyebut, penerbitan SBN dilakukan melalui private placement secara terukur yang dilakukan pada 2 Mei 2024 berupa penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Selain itu, pemerintah juga menerbitkan SBN valas di pasar internasional sebagai pelengkap. Pada Mei 2024, pemerintah telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yen Jepang atau Samurai Bond senilai 200 miliar yen.
“Pada penerbitan kali ini terdapat tujuh seri yang diterbitkan dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun,” tulis laporan tersebut.
Pada transaksi ini, pemerintah juga menerbitkan Blue Bonds berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bond) 25 miliar yen dengan sebagian pada tenor 7 tahun dan 10 tahun, serta keseluruhan tenor 20 tahun.
Baca Juga
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp 132,16 triliun hingga 31 Mei 2024. Pembiayaan utang ini turun 12,2% dibandingkan bulan yang sama pada 2023 yang senilai Rp 150,5 triliun.
“Sampai Mei pembiayaan utang kita Rp132,2 triliun, ini turun 12,2%. Kenapa pembiayaan utang bisa turun? Karena kita juga menggunakan dari sumber yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) tahun sebelumnya,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan pembiayaan SBN hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp 141,6 triliun atau turun 2% secara tahunan dibandingkan Mei 2023 senilai Rp 144,5 triliun. Sedangkan pembiayaan non-utang naik 49,2% menjadi Rp 47,6 triliun per Mei 2024, dibandingkan Mei 2023 senilai Rp 31,9 triliun.

