Menko Airlangga Pastikan Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan PISA
JAKARTA, investortrust.id – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan program makan siang gratis ditujukan untuk membantu meningkatkan Programme for International Student Assessment (PISA).
“Tujuan makanan bergizi untuk pertumbuhan dan lain-lain. Supaya targetnya (naikkan) PISA, tapi bukan pizza margherita, ya,” kata Airlangga sembari tertawa, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (28/6/2024).
PISA merupakan penilaian yang diinisiasi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). PISA digunakan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di 70 negara di seluruh dunia.
Baca Juga
Ada Program Makan Siang Gratis, 3 Program Kemensos Tak Dapat Alokasi Anggaran di 2025
Penilaian dari PISA dilakukan tiga tahun dengan melibatkan murid-murid berusia 15 dari sekolah-sekolah yang dipilih secara acak. Tes yang dilakukan meliputi mata pelajaran membaca, matematika, dan sains.
Dalam laporan Bank Dunia, pemberian makan untuk siswa sekolah tidak dirancang untuk mengatasi stunting. Dalam laporan “Melepaskan Indonesia Potensi Bisnis”, Bank Dunia mengatakan, makanan untuk siswa sekolah tidak ditargetkan untuk 1.000 hari pertama kehidupan.
“Namun, makanan di sekolah mungkin berdampak pada keragaman pola makan dan anemia pada anak-anak yang bersekolah, meskipun hal ini bergantung pada komoditas spesifik yang ditawarkan,” kata dia.
Bank Dunia menjelaskan, pemberian makanan di sekolah bisa efektif jika ada kekhawatiran terhadap ketahanan pangan. Untuk mencapai hasil gizi yang lebih baik, lebih dari 80% program makanan sekolah nasional menggabungkan makanan dengan penyediaan intervensi kesehatan dan gizi sekolah.
“Seperti suplementasi mikronutrien, obat cacing, kurikulum pendidikan kesehatan atau gizi, intervensi kebijakan kesehatan sekolah,” ucap dia.
Bank Dunia menyatakan, makanan di sekolah juga secara tidak langsung memberi manfaat bagi kesejahteraan ekonomi rumah tangga penerima manfaat. Dampak yang paling besar terjadi di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi di mana pengeluaran untuk makanan mewakili bagian yang lebih besar dari pendapatan rumah tangga.
Baca Juga
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program makan bergizi gratis telah masuk dalam postur Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2025. Sri Mulyani mengatakan, anggaran makan bergizi gratis dianggarkan sebesar Rp 71 triliun.
“Sebagai klarifikasi, makan bergizi gratis akan fit dalam APBN 2025. Presiden terpilih, Pak Prabowo Subianto beliau menyetujui pelaksanaan makan bergizi gratis dilaksanakan bertahap dan untuk tahun pemerintahan 2025 disepakati sekitar Rp 71 triliun,” kata Sri Mulyani saat konferensi Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rancangan APBN 2025, di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (24/6/2024).
