Ekspor Melonjak, Surplus Neraca Perdagangan Terbang 585,86% ke US$ 2,9 Miliar
JAKARTA, INVESTORTRUST.ID – Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 kembali mencatatkan surplus US$ 2,93 miliar, atau surplus selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus 'terbang' 585,86% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu US$ 427,2 juta dan meningkat 7,72% dibandingkan April lalu senilai US$ 2,72 miliar.
Deputi Bidang Statistik Produksi M Habibullah mengatakan, hal ini menjadikan neraca perdagangan Indonesia telah surplus selama 49 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020. “Hal ini ditopang ekspor yang juga mengalami kenaikan, mencapai US$ 22,33 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor ini melonjak 13,82% dibanding April 2024, dan dibanding Mei 2023, nilai ekspor naik sebesar 2,86%,” ujarnya saat Pengumuman Ekspor Impor Bulan Mei 2024, Rabu (19/6/2024).
Baca Juga
Habibullah mengatakan, surplus Mei lalu lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas, yaitu sebesar US$ 4,26 miliar. Utamanya pada bahan bakar mineral, minyak/lemak hewan/nabati, serta besi dan baja. Surplus neraca perdagangan nonmigas Mei 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan lalu dan lebih tinggi dari bulan yang sama tahun sebelumnya.
Namun, surplus nonmigas tersebut digerogoti neraca perdagangan migas yang masih mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar. “Dengan komoditas yang mempengaruhi adalah hasil minyak dan minyak mentah. Namun, defisit neraca perdagangan migas Mei 2024 lebih rendah dari bulan sebelumnya dan Mei 2023,” ucap dia.
Ekspor Nonmigas Terbesar ke Cina
Ekspor nonmigas Mei 2024 mencapai US$ 20,91 miliar. Ekspor nonmigas Mei 2024 terbesar ke Tiongkok yaitu US$ 4,73 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 2,18 miliar, dan India US$ 1,95 miliar.
“Sedangkan akumulatif Januari–Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 104,25 miliar. Ini turun 3,52% dibanding periode yang sama tahun 2023,” paparnya.
Baca Juga
Yang Diuntungkan Vietnam dan Thailand, Perdagangan ASEAN untuk Pertama Kalinya Terbesar ke AS
Impor Indonesia YoY Turun
Habibullah menjelaskan lebih lanjut, nilai impor Indonesia Mei 2024 mencapai US$ 19,40 miliar. Ini naik 14,82% dibandingkan April 2024.
Hal itu ditopang kinerja impor nonmigas Mei 2024 senilai US$ 16,65 miliar. Impor ini naik 19,70% dibandingkan April 2024.
Sedangkan secara tahunan, impor Indonesia Mei 2024 turun sebesar 8,83%. Nilai impor migas dan nonmigas turun masing-masing 12,34% dan 8,23% secara tahunan.
“Penurunan impor nonmigas didorong penurunan komoditas kendaraan dan bagiannya, besi dan baja, serta mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya,” ucap dia.

