Bansos Tak Lagi Dibagikan Tiap Bulan, Bapanas: Ada Pertimbangan Fiskal
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo menyampaikan alasan, bantuan sosial (bansos) tak diberikan sebulan sekali. Menurutnya periode pemberian bansos ini mempertimbangkan anggaran dari Kementerian Keuangan.
“Kan harus diatur fiskalnya. Ada pertimbangan dari menteri keuangan untuk prioritas-prioritas program kan,” kata Arief di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Arief mengatakan, rencananya bansos akan diberikan hingga akhir 2024. Pemberian bansos akan dilakukan pada September, Oktober, dan Desember.
Meski diperpanjang, Arief mengatakan tidak akan ada tambahan impor. Dia meyakinkan akan mengupayakan komoditas dari dalam negeri.
Baca Juga
2 Menteri Jokowi Beda Pandangan Soal Bansos bagi Eks Pelaku Judi Online
“Kalau bisa produksi dalam negeri pokoknya nomor satu. Makanya kan tadi disampaikan sudah 43 waduk yang dibangun dari target 61 waduk itu untuk mendorong produksi dalam negeri,” ucap dia.
Arief mengatakan perpanjangan bansos turut disertai penambahan anggaran. Total, akan ada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapat bantuan masing-masing 10 kilogram beras.
“Dikali harga berasnya,” ujar dia.
Baca Juga
Untuk acuan harga beras, Arief menggunakan harga beras pemerintah. Penentuan harga beras pemerintah ini akan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Keuangan.
“Diatur harganya gitu. Selama ini kan Bulog itu kerjanya pakai dana bank dibeli, disimpan kemudian ada penggantian gitu. Ada mekanisme lah itu ada juklaknya, pembayaran juga setelah ada review dari BPK,” kata dia.

