Kurs Rupiah Masih Melemah ke Rp 16.284/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah masih bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat pagi (6/6/2024). Sementara itu, yuan menguat terhadap greenback.
Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp 16.284/USD pada pukul 09.30 WIB. Berdasarkan data RTI, nilai tukar rupiah melemah 12 poin atau 0,07% dibanding hari sebelumnya. Sedangkan secara year to date, rupiah sudah melemah 5,77% terhadap dolar AS.
Sementara itu, nilai tukar yuan Cina menguat 0,03% pada pagi ini ke level 7,26/USD. Sedangkan secara ytd melemah 1,58% terhadap dolar AS.
“Pasar tenaga kerja AS melemah, dengan data pekerjaan laporan ADP bulan Mei 2024 menunjukkan perlambatan. Jumlah tenaga kerja yang direkrut hanya 152 ribu, dan merupakan yang terendah dalam 4 bulan terakhir. Data ini kembali membuat pelaku pasar optimistis akan pemangkasan suku bunga The Fed yang dimulai September tahun ini,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Rp 13.000 Menjadi Rp 1.349.000 per Gram
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menjelaskan, berdasarkan survei CME setelah rilis data tersebut, probabilitas pemangkasan Fed Funds Rate di September nanti naik ke level 65%, dari sebelumnya 51%. Pemangkasannya diperkirakan 25 bps.
“Hari ini pelaku pasar kembali mencermati rilis data tenaga kerja AS seperti klaim pengangguran mingguan. Selain itu, keputusan tingkat suku bunga Bank Sentral Eropa serta proyeksi pemangkasan suku bunga berikutnya,” paparnya.
Kewajiban Neto Investasi Internasional Turun
Cheril juga menyoroti Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan I-2024 yang mencatatkan kewajiban neto menurun. Pada akhir triwulan I-2024, PII Indonesia mencatat kewajiban neto USD 253 miliar, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan IV-2023 sebesar USD 261,2 miliar.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, penurunan kewajiban neto tersebut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN). “Selain itu, peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," katanya.
Baca Juga
Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan I-2024 turun 0,8% (quater to quartel) menjadi USD 738,7 miliar, dari USD 745,1 miliar pada akhir triwulan IV-2023. Ia menekankan, aliran masuk modal asing pada investasi langsung tetap terjaga.
"Sementara itu, investasi portofolio dalam bentuk surat utang domestik mencatatkan aliran keluar, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Penurunan posisi KFLN juga dipengaruhi faktor perubahan lainnya seiring penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah, sehingga menurunkan nilai instrumen keuangan domestik," papar Erwin.
Kurs di BCA
Sementara itu, di BCA, kurs rupiah dipatok Rp 16.278/USD untuk beli dan Rp 16.298/USD untuk jual berdasarkan e-Rate pada 6 Juni 2024. Di TT Counter, nilai tukar rupiah dipatok Rp 16.155/USD untuk beli dan Rp 16.455/USD untuk jual.
Untuk bank notes juga dipatok Rp 16.155/USD untuk beli dan Rp Rp 16.455/USD untuk jual.
(Disclaimer on)

