Kemenkeu Pastikan Iuran Tapera untuk Atasi Backlog Perumahan
JAKARTA, investortrust.id - Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Astera Primanto Bhakti memastikan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk mengatasi permasalan backlog hunian masyarakat. Hal itu sekaligus menjawab isu yang menyebutkan iuran Tapera dialokasikan untuk membiayai sejumlah program strategis pemerintah.
"Tapera ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah," kata Astera di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Menurut Astera, pemerintah tengah mendorong perbaikan tata kelola dari sisi Badan Pengelola (BP) Tapera. Ia menyebutkan sejumlah pihak akan turut mengawasi kinerja BP Tapera dalam melakukan pengelolaan anggaran.
"Kita mengharapkan agar pengawasan dari OJK semakin kuat. Dari sisi pelaksanaan kebijakan ini kami pantau melalui komite, mereka akan dilakukan auidit, baik oleh akuntan publik maupun BPK," ungkapnya.
Anggaran APBN
Menurut Astera, sebelumnya pemerintah juga telah menganggarkan alokasi APBN untuk mengatasi permasalahan backlog perumahan. Di antaranya melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik ke pemerintah daerah, kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero), dan Perusahaan Umum (Perum) Perumnas.
Disebut oleh Astera, pemerintah mengalokasikan Rp 8 triliun kepada PT SMF dan Rp 1,25 triliun untuk Perumnas sepanjang tahun 2020 hingga 2024. Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejak tahun 2010 hingga 2024.
Astera mengatakan, total alokasi FLPP yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp 105 triliun. "Selama ini, yang bisa selesai ada sekitar 1,7 juta (hunian)," tandasnya.
Astera mengatakan, total alokasi FLPP yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp 105 triliun. "Selama ini, yang bisa selesai ada sekitar 1,7 juta (hunian)," tandasnya.

