Indonesia Butuh Investasi US$ 545,3 Miliar untuk Keluar dari Jebakan Kelas Menengah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia membutuhkan investasi untuk mendukung program hilirisasi sebesar US$ 545,3 miliar. Hilirisasi menjadi andalan bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan kelas menengah.
“Arah kebijakan hilirisasi, kita butuh investasi menuju Indonesia Emas 2045 itu kurang lebih US$ 545,3 miliar,” kata Bahlil, saat menghadiri Anugerah Layanan Investasi (ALI) yang ditayangkan secara daring, Rabu (8/11/2023).
Bahlil mengatakan peta jalan investasi hilirisasi tersebut untuk menuju target GDP enam besar dunia pada 2045. Peta jalan ini dibuat agar investasi yang masuk ke Indonesia memiliki aturan dan untuk sektor apa.
“Ini sudah semi-FS (Feasibility Study). Jadi kalau dulu orang akan berinvestasi seperti ‘tiba saat, tiba akal’ menceritakan tentang Indonesia kaya, tapi tidak jelas apa yang mau didorong,” kata dia.
Baca Juga
Bahlil mengatakan terdapat delapan sektor prioritas dengan 21 komoditas yang masuk dalam peta jalan hilirisasi investasi strategis 2023-2035. Delapan sektor prioritas tersebut di antaranya, mineral, batubara, minyak, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
Sebelumnya diberitakan, Bahlil berjanji memenuhi realisasi target investasi pada 2023. Dia mengatakan hingga September 2023, realisasi investasi baru mencapai Rp 1.053,1 triliun atau 75,2% dari total target Rp 1.400 triliun.
Bahlil optimis dapat mencapai target yang diharapkan karena didukung tim yang tangguh. Selain itu, sebaran dan keseimbangan investasi telah terwujud.
“Alhamdulillah 53,6% PMA (penanaman modal asing) dan 46-47% PMDN (penanaman modal dalam negeri). Dan terjadi keseimbangan investasi di Pulau Jawa dan Luar Jawa,” kata dia. (CR-7)
Baca Juga
Demi Indonesia Emas 2045, Bahlil Harap Presiden Baru Lanjutkan Program Hilirisasi

