Ekonom Paramadina Berikan Usul Ini Kepada Prabowo Subianto
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyampaikan sejumlah usulan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dalam menjalankan pemerintahan baru ke depan. Di tengah tantangan makroekonomi, ia menilai pemerintahan baru perlu berhati-hati guna mengoptimalkan kapasitas fiskal yang tersedia.
"Yang bisa dilakukan pemerintah baru adalah mengurangi beban. Kemudian, memperkuat kaki-kaki ekonomi dan memperkokoh kolaborasi," kata Wijayanto dalam diskusi daring Indef bersama Universitas Paramadina, Senin (27/5/2024).
Menurut Wijayanto, pemerintah dapat mengurangi beban fiskal dengan merasionalisasi maupun memodifikasi program-program warisan pemerintahan sebelumnya. Ini seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), dan alokasi penyaluran bantuan sosial (bansos).
Setelah itu, ia menyebut, Presiden Terpilih dapat melakukan modifikasi terhadap janji politik dengan menyesuaikan kapasitas fiskal yang tersedia. Meski demikian, dia tetap mendorong Presiden Terpilih untuk tetap mewujudkan program kerja yang menjadi janji politik sebelumnya.
"Tetapi permasalahannya ketika mewujudkan janji itu kadang situasi fiskal tidak memungkinkan. Dengan demikian, perlu dimodifikasi apakah size-nya, timing (pelaksanaannya), dan sebagainya," tambahnya.
Guna mengurangi beban fiskal, ekonom Paramadina tersebut juga meminta pemerintah mengurangi utang. Ia mengungkapkan, saat ini, pemerintah memiliki kecenderungan lebih mudah berutang akibat kemudahan dengan cukup menerbitkan surat utang negara (SUN).
"Ini sesuatu yang harus dihindari, perlu memperbanyak porsi program utang jangka panjang dan berbunga rendah," ucapnya.
Perkuat Kaki Ekonomi
Kemudian Wijayanto menjelaskan, pemerintah perlu untuk memperkuat kaki-kaki ekonomi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki konsistensi kebijakan dan memperkuat aspek penegakan hukum.
Sementara dalam rangka akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi, diungkap Wijayanto, salah satu yang dapat dilakukan oleh pemerintah dengan cara menggalakkan reindustrialisasi.
"Kita harus mendorong hilirisasi berkualitas di berbagai sektor," sebutnya.
Terkait memperkuat kaki ekonomi, Wijayanto turut menyinggung perihal biaya logistik yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap kontraksi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap agar pemerintah dapat menurunkan beban biaya logistik.
"Migrasi sektor nonformal menjadi formal, sehingga meningkatkan penerimaan pajak juga. Ini perlu disorot oleh pemerintah ke depan," ungkapnya.
Perkokoh Kolaborasi
Selain hal-hal tersebut, pemerintah terpilih juga perlu untuk mendorong kolaborasi sinergis antar-stakeholders. Disebut Wijayanto, situasi global yang penuh dengan tantangan dan ketidakstabilan memerlukan kerja kolaboratif.
"Beberapa hal yang ingin saya dorong, pertama, koalisi DPR dibuat minimal. Ini karena kalau koalisinya gemuk, ada banyak partai, maka energi yang dikeluarkan akan luar bisa besar," sebutnya.
Ia juga mendorong dibentuknya koalisi kabinet kerja yang optimal, dengan komposisi yang ramping. Dibandingkan kuantitas, Wijayanto mendorong agar kabinet kerja memaksimalkan koalisi gagasan.
"Kemudian beri ruang untuk oposisi dan fasilitasi civil society. Pemerintah perlu control system, kinerja baik itu yang nilai rakyat, yang oleh rakyat dijadikan acuan," tuturnya.

