Perkuat Regulasi dan Bentuk Ekosistem, Cara Bappebti Dorong Industri Kripto
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, pembentukan ekosistem aset kripto di Indonesia terdiri dari bursa, kliring, dan depository. “Ekosistem ini diharapkan dapat menciptakan iklim perdagangan aset kripto yang wajar dan fair, dalam persaingan yang sehat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga
Jumlah Investor Kripto Sudah Tembus 20 Jutaan per April 2024
Di samping itu, lanjut Tirta, saat ini juga terdapat komite aset kripto yang akan berperan dalam mendorong pembinaan dan pengembangan industri. Sejalan dengan itu, Bappebti juga terus mendorong literasi dan edukasi aset kripto.
"Industri kripto terbilang baru, sehingga membutuhkan talenta baru yang juga memahami blockchain dan kripto itu sendiri. Tujuan utama kami adalah membangun komunitas investasi aset kripto yang besar, dengan adopsi yang dirasakan oleh semua pihak. Semua ini harus dimulai dengan edukasi dan literasi,” kata Tirta.
Baca Juga
Investasi ke Proyek Kripto Capai US$ 2,4 Miliar di Kuartal I 2024
Bappebti mencatat nilai transaksi kripto hingga April 2024 mencapai Rp 52,26 triliun. Sementara, jumlah investor kripto di Indonesia terus bertambah. Hingga April 2024, jumlahnya sebanyak 20,16 juta investor, naik 2,08% dibandingkan Maret 2024.

