RDG BI Berlangsung, Kurs Rupiah Melemah Tembus Lagi Rp 16.000/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah dan kembali menembus level psikologis Rp 16.000/USD pada Selasa pagi (21/04/2024). Pelemahan mata uang Garuda terhadap greenback ini bersamaan dengan dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini dan besok.
Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tercatat bergerak ke Rp 16.029 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB. Merujuk data Yahoo Finance, rupiah melemah 60 poin atau 0,38% dibanding hari sebelumnya. Sedangkan secara year to date, rupiah terkoreksi 4,20%.
“Pelaku pasar domestik akan mencermati hasil RDG BI dan proyeksi ekonomi BI yang berlangsung hari ini dan besok. BI diperkirakan cenderung menahan suku bunga acuan di level 6,25%,” kata analis Cheril Tanuwijaya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
Harga Minyak Jatuh, Pasar Pantau Perkembangan di Iran Setelah Kematian Presiden Raisi
The Fed Masih Ragu
Cheril juga membeberkan sentimen dari global. Para pelaku pasar merespons komentar para pejabat The Fed yang masih kompak menunjukkan keraguannya terhadap pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat di tahun ini.
Meski indeks harga konsumen AS periode April 2024 dan penjualan eceran turun, namun para pejabat bank sentral negara dengan perekonomian terbesar itu belum yakin terhadap kelanjutan penurunan inflasi hingga mencapai target 2%. Bahkan, Gubernur The Fed Cleveland Loretta Mester menyoroti perkembangan yang lambat pada penurunan tingkat inflasi saat ini meski percaya inflasi akan turun, namun penurunan suku bunga hingga 3 kali di tahun 2024 tidak akan terwujud.
Baca Juga
Dengan komentar para pejabat The Fed yang menunjukkan ketidakpastian terhadap pemangkasan suku bunga tersebut, probabilitas penurunan suku bunga Fed Funds Rate di bulan September 2024 menjadi 60%. Ini melemah dari sebelumnya sebesar 64%.
“Hari ini, pelaku pasar akan mencermati pidato dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen, dan komentar dari berbagai pejabat The Fed terkait kebijakan moneter The Fed. Selain itu komentar Gubernur ECB (Bank Sentral Eropa) Christine Lagarde,” ucapnya.

