Sri Mulyani Ingin Pengantar KEM PPKF Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap, penyampaian pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) ke DPR menjadi momentum kebangkitan ekonomi. Ini karena penyampaian KEM PPKF bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang dirayakan tiap 20 Mei.
“Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, marilah kita jadikan momen hari ini untuk menyalakan api semangat untuk bekerja keras, bersinergi, dan berkolaborasi dengan kuat. Selain itu, mendarmabaktikan segenap potensi yang kita miliki bagi kebangkitan ekonomi Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sri Mulyani di gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Menkeu Sampaikan Postur RAPBN 2025, Belanja Prioritas Rp 1.905,8 Triliun
Sri Mulyani mengatakan, KEM PPKF 2025 menjadi fondasi bagi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yang menghadapi tantangan dan hambatan. Tantangan dan hambatan pembangunan yang bersifat struktural membutuhkan kebijakan jangka menengah panjang yang konsisten, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
“Sementara tantangan siklikal, jangka pendek, mengharuskan respons cepat, fleksibel dan efektif. Namun, tetap sustainable dan konsisten dalam jangka menengah. Hal ini tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan KEM PPKF,” ujar dia.
Banyak PR
Sri Mulyani mengatakan masih terdapat banyak pekerjaan rumah dan agenda pembangunan yang harus diselesaikan, untuk menuju visi Indonesia Emas 2045. Kolaborasi dari seluruh komponen bangsa diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 5% per tahun dan mengakselerasinya.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga di kisaran 5% di tengah berbagai guncangan dunia, perlu diakselerasi menjadi 6-8% per tahun untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar dia.
Baca Juga
Postur RAPBN 2025 Beri Ruang bagi Kelas Menengah, Apa Maksudnya?
Sri Mulyani mengatakan kesinambungan dan sekaligus perbaikan kebijakan menjadi kunci bagi keberhasilan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Kita tidak bisa lagi bergantung pada kebijakan yang bersifat business as usual.
"Transformasi ekonomi dengan mendorong peningkatan investasi produktif yang menciptakan nilai tambah tinggi sangat diperlukan,” kata dia.

