Impor Naik 4,62% YoY Tembus US$ 16,06 Miliar April, Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor Indonesia pada April 2024 naik menjadi US$ 16,06 miliar. Impor meningkat secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,62%, dibanding April 2023 sebesar US$ 15,35 miliar.
“Kenaikan impor nonmigas secara tahunan didorong oleh peningkatan komoditas gula dan kembang gula, logam, mulia, perhiasan, atau permata. Selain itu, kendaraan dan bagiannya,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di kantornya, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus 48 Bulan Beruntun, Capai US$ 3,56 Miliar April
Impor secara Bulanan Turun
Meski demikian, secara bulanan, impor April lalu turun. "Nilai impor pada April 2024 turun 10,6% secara bulanan (month to month/mtm) dibanding Maret 2024 yang tercatat US$ 17,96 miliar. BPS mencatat perkembangan impor tiga komoditas utama nonmigas menurun. Mesin dan peralatan mekanis misalnya, tercatat turun 11,38% secara bulanan, mesin atau perlengkapan elektrik turun 17,07% secara bulanan, serta besi dan baja turun 23,02% secara bulanan," paparnya.
Pudji mengatakan, berdasarkan komoditas, impor migas pada April 2024 senilai US$ 2,96 miliar atau turun 11,01% secara bulanan dan naik 0,18% secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas pada April 2024 tercatat senilai US$ 13,1 miliar. Angka impor nonmigas ini turun 10,51% secara bulanan dan naik 5,68% jika dilihat secara tahunan.
Baca Juga

