Pemodal Asing kembali Net Sell Rp 462 Miliar, Lima Saham Ini Mendominasi
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 462,95 miliar di seluruh pasar, sejalan dengan penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/10/2024), sebanyak 71,01 poin (0,91%) menjadi 7.716.
Lima saham dengan net sell terbanyak, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 318,07 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 137,08 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 88,49 miliar, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp 53,97 miliar, dan PT Sido Muncul TbK (SIDO) Rp 25,86 miliar.
Baca Juga
Manajemen Bantah Penguatan Saham Bumi Minerals (BRMS) demi Kejar Indeks MSCI
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 254,42 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,52 miliar, PT TBS Energi Utama TbK (TOBA) Rp 45,97 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 38,95 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 26,14 miliar.
Terkait kejatuhan indeks hari ini dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,14%, sektor material dasar melemah 1,34%, sektor kesehatan 1,51%, sektor properti 1,49%, sektor keuangan 0,67%, dan sektor infrastruktur 0,69%. Satu-satunya sektor saham dengan penguatan adalah teknologi 0,30%.
Meski IHSG anjlok, tiga saham berikut ini malah auto reject atas (ARA), seperti saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) naik 34% menjadi Rp 67, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menguat 24,81% menjadi Rp 4.830, dan PT Shield Service Tbk (SOSS) sebanyak 24,42% menjadi Rp 540.
Baca Juga
Pemerintahan Prabowo Diharap Komunikasikan Penerbitan Obligasi Negara
Penguatan mengesankan juga dicatatkan saham PT Mandala Multifinance TbK (MFIN) melesat 24,35% menjadi Rp 3.830, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) menguat sebanyak 19,81% menjadi Rp 127.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS), PT Jhonline Agra Raya Tbk (JARR), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

