Sri Mulyani: RI Harus Investasi Ini untuk Jadi Negara Maju di 2045
JAKARTA, investortrust.id - Meski tengah menghadai sejumlah tantangan baik yang datang dari kondisi dalam negeri maupun ketidakstabilan global, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap optimistis Indonesia dapat mencapai target sebagai negara maju atau berpenghasilan tinggi di tahun 2045. Namun untuk mencapai target tersebut, Sri Mulyani mengungkap setidaknya Indonesia harus terlebih dahulu melakukan investasi pada tiga hal.
Menurut Sri Mulyani, yang pertama dan paling utama adalah pemerintah harus melakukan investasi terhadap sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berkaitan dengan reformasi pendidikan dan kesehatan.
"Bagaimana kita akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, terutama yang berkaitan dengan keterampilan yang diperlukan untuk pasar kerja saat ini dan masa depan," katanya saat menyampaikan pidato kunci pada Fitch on Indonesia 2024, di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (15/4/2024).
Selain itu ia juga mengungkap, saat ini pemerintah harus mendesain ulang dan meningkatkan jaring pengaman sosial. Namun ia menyebut saat ini yang harus menjadi orientasi serius pemerintah Indonesia adalah upaya terhadap pengentasan kemiskinan.
Baca Juga
Akui Visi Indonesia Emas Tak Mudah, Wamenkeu Sebut Indonesia Butuh 3 Sumber Penyokong Ini
Disebutnya pemerintah memiliki target untuk menurunkan angka kemiskinan esktrim menjadi 0% pada tahun 2024. Ia juga mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan untuk terus menurun di setiap tahunnya.
"Dan hal ini khususnya bagi anak-anak di bawah lima tahun perlu ditangani secara serius," ucapnya.
Kemudian hal kedua yang menjadi sorotannya adalah sektor infrastruktur. Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang telah melakukan investasi cukup besar untuk sektor infrastruktur.
Ia mencontohkan bagaimana pemerintah berinvestasi untuk mewujudkan konektivitas jalan-jalan utama seperti di Sumatera, Kalimantan dan wilayan lainnya. Kemudian investasi pemerintah terhadap jalur kereta api di Sulawesi dan pembangunan sejumlah jalan yang menjadi konektivitas dengan pelabuhan serta bandara di Papua turut diapresiasi Sri Mulyani.
Namun ia mengungkap investasi tersebut masih belum cukup memadai. Ia menyebut, pemerintah harus memperhatikan dimana teknologi digital ke depan akan mengharuskan negara berinvestasi pada infrastruktur digital.
"Jadi inilah bidang-bidang yang masih perlu terus diinvestasikan," katanya.
Baca Juga
Prabowo-Gibran Menangi Pilpres, Ini 8 Program Fondasi Indonesia Emas 2045
Dan yang ketiga, ia menyebutkan pemerintah perlu untuk berinvestasi terhadap infrastruktur lunak, yakni kelembagaan. Ia menambahkan saat ini kualitas kelembagaan, termasuk pemerintahan, penegakan hukum, dan sistem hukum di Indonesia perlu terus ditingkatkan.
"Mengesahkan undang-undang adalah satu hal, menerapkannya secara konsisten dan bersih dan dengan cara tertentu adalah hal lain, ini semua adalah perjalanan kita," terangnya.
Terkait dengan peningkatan kualitas kelembagaan, ia mengatakan sama seperti banyak negara lain di dunia terutama dengan sistem demokrasi terbuka, terdapat tantangan dalam menggabungkan keterbukaan dan aspirasi inklusivitas sekaligus efektivitas pemerintahan.
Sebelumnya dilansir dari berbagai sumber Organisasi Kerja sama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD) memperkirakan bahwa pada tahun 2045 ekonomi Indonesia akan mencapai US$ Rp8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia.

