Rupiah Kembali Terdepresiasi
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi sejalan dengan penguatan indeks dolar AS. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (14/5/2024) hari ini terpental ke level Rp 16.131 per dolar AS. Mata uang NKRI melemah 46 poin dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 16.085.
Adapun di pasar spot antarbank Jakarta, seperti dikutip Antara, mata uang Garuda hingga pukul 16.00 WIB bertengger di posisi Rp 16.093 per dolar AS, melemah 19 poin dibandingkan Senin (13/5/2024).
Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan,indeks dolar AS menguat akibatperalihan fokus pelaku pasar terhadap data inflasi AS yang akan diumumkan Rabu (15/5/2024).
Baca Juga
OJK: Volatilitas Rupiah Relatif Tak Signifikan Pengaruhi Permodalan Bank, Likuiditas Memadai
“Itu terjadi karena pelaku pasar berharap mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga acuan The Fed (Fed funds rate/FFR),” kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Selasa (14/5/2024).
Menurut Ibrahim, para analis memperkirakan inflasi konsumen di AS (CPI) bulan lalu naik 3,6% dari tahun ke tahun (year on year/yoy) yang akan menjadi kenaikan terkecil dalam tiga tahun terakhir.
“Data tersebut kemungkinan besar menjadi faktor dalam prospek suku bunga AS setelah data inflasi yang terlalu panas sepanjang kuartal I membuat pasar sebagian besar tidak memperhitungkan spekulasi penurunan suku bunga tahun ini,” papar dia.
Selain itu, kata Ibrahim Assuaibi, pasar gelisah terhadap Tiongkok setelah pengembang properti besar lainnya di Negeri Tirai Bambu, Agile Group Holdings Ltd, gagal bayar obligasi.
“Gagal bayar ini sebagian besar mengimbangi optimisme atas membaiknya inflasi di Tiongkok serta rencana penerbitan obligasi besar-besaran oleh pemerintah China senilai 1 triliun yuan (US$ 138 miliar),” tutur dia.
Ibrahim menjelaskan, kemerosotan pasar properti yang berkepanjangan telah menjadi titik tekanan utama terhadap perekonomian Tiongkok, meskipun ada upaya berulang kali dari Beijing untuk mendukung sektor ini.
Baca Juga
"Sejumlah kota besar di Tiongkok telah melonggarkan pembatasan pembelian rumah dalam dua minggu terakhir," ucap Ibrahim.
Pada perdagangan Rabu (15/5/2024) besok, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak fluktuatif namun kembali ditutup melemah di rentang Rp 16.90 - Rp 16.150 per dolar AS.

