Gejolak Ekonomi Dunia Mereda, Bos BI Sebut Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut ke depan gejolak ekonomi dunia diproyeksi akan mereda. Prediksi kondisi global yang lebih baik ini diungkap Perry dalam taklimat media di kantor BI, Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Salah satu yang menjadi sentimen ketidakstabilan global adalah terkait eskalasi ketegangan geopolitik akibat konflik Iran dan Israel di wilayah Timur Tengah. Perry mengatakan, saat ini situasi di Kawasan Timur Tengah cenderung mengarah ke baseline dengan tensi relatif terbatas.
"Ini menunjukan di global sendiri perkembangannya lebih baik dari yang kita prakirakan dan itu memperbaiki kondisi stabilitas ekonomi kita," sebut Perry.
Bos BI juga mengungkap faktor lain adalah yang berkaitan dengan arah kebijakan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate. Saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 23-24 April menaikkan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 6,25%, baseline Fed Fund Rate diprakirakan akan turun 1 kali pada akhir kuartal IV-2024.
Baca Juga
Cerah! Gubernur BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari Prediksi
"Dan pada waktu itu pernyataan sejumlah pejabat Fed hawkish, potential risk-nya FFR tidak akan turun tahun ini, tetapi terjadi di tahun 2025 sebanyak 2 kali," sebut Perry.
Selain itu berkaitan dengan pergerakan imbal hasil US Treasury baik dalam dua tahun maupun 10 tahun dengan arah kebijakan Fed Fund Rate tadi, yield US Treasury yang semula naik di atas 5% untuk 10 kemudian menurun ke 4,51%.
"Sempat di atas 5% mendekati 5,2%, sekarang turun di bawah 5% yang 2 tahun, kemudian perkembangan US Treasury 10 tahun juga turun 4,51% dan 4,9%," tuturnya.
Perry juga menyinggung perihal indeks dolar AS yang cenderung mengalami tren melemah usai BI Rate ditetapkan naik 25 bps. Saat BI Rate ditetapkan naik 25 bps menjadi 6,25% atau pada periode 23-24 April 2024 lalu, indeks dolar berada di level 106,3 dan sempat diprakirakan akan terus menguat.
"Perkembangan terakhir sejak RDG dolar index melemah menjadi 105,4," ucap Perry.

