Hadiri Pertemuan ADB, Sri Mulyani Serukan Blended Finance untuk Atasi Perubahan Iklim
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyerukan penggunaan pendanaan campuran (blended finance) untuk menuju transisi energi bersih. Sri Mulyani menyampaikan ajakan untuk mendanai upaya mengatasi perubahan iklim ini saat menghadiri Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) di Tbilisi, Georgia.
“Bersama dengan ADB, kita meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM), dan bagaimana transisi menuju ekonomi hijau bisa dilakukan dengan berbagai blended finance,” kata Sri Mulyani dalam unggahan di Instagram pribadinya, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga
KKP Selamatkan 99.648 Ekor Benih Lobster Selundupan Senilai Rp 14,9 Miliar
Gubernur ADB untuk Indonesia ini menyebut, pendanaan menjadi masalah utama bagi ETM. Tapi, berdasarkan pengalaman Indonesia dan ADB, melalui pendanaan campuran, upaya transisi ini dapat dilakukan.
“Berbagai blended finance yang ada dapat berasal dari berbagai sumber, baik multilateral, private sector, bilateral, maupun filantropis, swasta, serta dari pemerintah,” kata dia.
Kerja Sama Perdagangan Karbon
Selain pendanaan campuran untuk transisi energi, Sri Mulyani membahas pula tantangan yang dihadapi untuk mencapai target Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Dia mengatakan dalam pertemuan antargubernur ADB, isu mobilisasi dana 'from billion to trilion dollar' masih mengemuka.
“Ini tantangan yang sudah hampir 10 tahun disampaikan. SDG kemungkinan sangat sulit dicapai tanpa adanya pendanaan ini, sehingga menjadi salah satu pembicaraan yang sangat penting dalam governor plenary,” ujar dia.
Sri Mulyani mengatakan, dalam pertemuan jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Georgia Lasha Khutsishvili, dia memanfaatkan untuk bertemu dengan perwakilan dari Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Kesempatan itu, kata dia, dimanfaatkan pula untuk membicarakan tantangan Asean+3.
“Banyak hal-hal yang sifatnya geopolitik maupun dinamika kondisi saat ini membutuhkan pemikiran bersama, agar regional cooperation tetap bisa dilakukan,” ujar dia.
Selain itu, Sri Mulyani berdiskusi dengan menkeu Fiji mengenai penguatan kerja sama antarnegara di beberapa area, seperti pertanian dan perikanan. Sri Mulyani juga menggelar diskusi dengan menkeu Jepang untuk menjangkau serta menjajaki potensi kerja sama perdagangan dan kredit karbon.

