Kurs Rupiah Melemah Lagi ke Rp 16.051/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah lagi terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan di pasar spot Selasa pagi (7/5/2024). Hal ini seiring dengan penguatan indeks dolar AS.
Kurs mata uang Garuda terhadap greenback tercatat Rp 16.051 per dolar AS hingga siang, pukul 12.40 WIB. Merujuk data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah melemah 31 poin atau 0,19%. Rupiah sudah melemah 4,34% secara year on year.
"Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menguat. Bahkan, probabilitas pemangkasan suku bunga sudah mencapai 75% dari hari sebelumnya di 49% untuk 25 bps pemangkasan di September 2024," kata analis Cheril Tanuwijaya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Sementara itu di Zona Eropa, periode Maret lalu mencatatkan pelemahan inflasi baik secara bulanan maupun tahunan. Kepala Ekonom European Central Bank (ECB) Philip Lane optimistis atas tercapainya target inflasi di level 2%, dan kemungkinan pemangkasan suku bunga ECB di Juni mendatang.
Hari ini, lanjut Head of research Mega Capital Sekuritas ini, pelaku pasar akan mencermati komentar dari pejabat The Fed Minneapolis Neel Kashkari terkait pandangannya atas kebijakan bank sentral di negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu. Pasar juga akan mencermati rilis data penjualan ritel Eropa.
Di Asia, PMI Jasa Caixin Tiongkok periode April lalu masih ekspansif, meski melemah ke 52,5 dari sebelumnya 52,7 pada Maret. Aktiivitas jasa kembali ekspansif selama 16 bulan berturut-turut, dengan ditopang pertumbuhan bisnis baru dan kenaikan optimisme pelaku usaha.
Baca Juga
Euro Terkoreksi 2,02 Ytd
Hingga siang ini, kurs euro melemah terhadap dolar AS ke level 0,9228/USD. Euro terkoreksi 0,0006 poin atau 0,06%. Sedangkan secara ytd, Euro sudah terkoreksi 2,02%.
Sementara indeks dolar AS tercatat menguat ke 105,18. Indeks naik 0,12% siang ini.
Baca Juga
IHSG Sesi I Berbalik Minus, Tapi Saham DATA, LABA, dan PICO Melesat

