Turun 0,69%, Utang Pemerintah Capai Rp 8.262 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melansir data posisi utang Indonesia per 31 Maret 2024. Dalam buku laporan APBN KiTa April 2024, Kemenkeu mencatat utang Indonesia sebesar Rp 8.262,1 triliun atau 38,79% dari PDB. Utang ini turun 0,69% dari posisi 29 Februari 2024 sebesar Rp 8.319,22 triliun.
"Posisi utang pemerintah yang outstanding, jumlah utang pemerintah per akhir Maret 2024 adalah sebesar Rp 8.262,1 triliun. Mayoritas utang pemerintah berasal dari dalam negeri, dengan proporsi 71,52%," tulis laporan tersebut, diakses Selasa (7/5/2024).
Kemenkeu menyebut, kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri, serta memanfaatkan utang luar negeri sebagai pelengkap.
SBN 88%
Sementara berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa Surat Berharga Negara (SBN). Porsinya mencapai 88,05%.
Laporan tersebut menjelaskan, sebanyak Rp 7.274,95 triliun utang berasal dari SBN, yang terbagi atas SBN domestik sebesar Rp 5.947,95 triliun dan valas sebesar Rp 1.388,92 triliun. "Kepemilikan investor individu di SBN domestik terus mengalami peningkatan sejak 2019, dari yang hanya sebelumnya di bawah 3% menjadi 7,95% per akhir Maret 2024. Sisa kepemilikan SBN domestik dipegang oleh institusi domestik lainnya, untuk memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan keuangan institusi bersangkutan," tulis laporan tersebut.
Per akhir Maret 2024, lembaga keuangan memegang sekitar 43,4% kepemilikan SBN domestik. Ini terdiri dari perbankan 24,8% dan perusahaan asuransi dan dana pensiun sebesar 18,6%. Bagi lembaga keuangan, SBN berperan penting dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas, serta menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko.
Kepemilikan SBN domestik oleh Bank Indonesia sekitar 21,3%. Ini antara lain digunakan sebagai instrumen pengelolaan moneter. Asing hanya memiliki SBN domestik sekitar 14,2%, termasuk kepemilikan oleh pemerintah dan bank sentral asing.
Sementara itu, pinjaman pemerintah Indonesia mencapai Rp 987,15 triliun. Ini berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 35,51 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 951,64 triliun.

