Pasar Tenaga Kerja AS Lemah Sedikit Tolong Rupiah dan SBN
Oleh Hazan Zein Mahmud,
Direktur Utama Bursa Efek Jakarta 1991-1996
INVESTORTRUST.ID - Sahabat investor, laporan tenaga kerja April 2024, di Amerika Serikat, mengecewakan. Kesempatan kerja hanya naik 175.000, jauh lebih rendah dari ekspekstasi pasar. Pengangguran naik ke angka 3,9%
Sebagian akar persoalan tentu bisa menuding tingkat suku bunga yang masih tinggi. Sedangkan Bank Sentral AS, The Fed, masih terus menunda penurunan tingkat bunga, karena paranoid inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
Baca Juga
Perburuan Saham Bank Diprediksi Berlanjut, IHSG Berpeluang Gapai Level 7.150
The Fed masih Hawkish
Blessing in disguise. Pasar tenaga kerja yang lemah di Negeri Paman Sam tersebut menekan harga greenback dan tingkat imbal hasil US treasury. Di dalam negeri, sedikit menolong rupiah dan Surat Berharga Negara (SBN) RI.
Tapi perkiraan saya, imbal hasil US treasury belum akan turun signifikan. Selain sikap The Fed yangmasih hawkish, juga karena pasar terus dibanjiri treasury. Ini baik dari emisi baru maupun pengurangan neraca The Fed. Bahkan, bukan mustahil yield akan naik kembali seperti kuartal terakhir tahun lalu.
Baca Juga
Inilah Solusi Mendongkrak Kinerja UMKM Indonesia (Tulisan 4 dari 10 Seri)
Di sini sulitnya posisi kita. USD bersin, rupiah demam. Yield treasury batuk, SBN terserang pneumonia. Menaikkan BI rate lebih banyak mudaratnya bagi pasar dan ekonomi Indonesia, pada kondisi saat ini, ketimbang manfaatnya.
Sediakan alat pemadam kebakaran untuk portofolio saham? ***

