Kunjungan Wisnas ke Singapura Melonjak, BPS Ungkap Konser Ini
JAKARTA, investortrust.id - Konser bertajuk The Eras Tour milik penyanyi internasional Taylor Swift pada awal Maret 2024 berimbas terhadap lompatan jumlah wisatawan nasional (wisnas) ke Singapura.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan ke Singapura hingga 17,26% dari total proporsi perjalanan mancanegara wisnas pada Maret 2024. Sedangkan pada Februari 2024, kunjungan wisnas ke Singapura memiliki proporsi sebesar 16,65%.
Baca Juga
Kunjungan Wisman Turun 1,91% ke 1,04 Juta Maret, Wisnas ke Luar Negeri Naik
"Proporsi kunjungan wisnas ke Singapura mengalami peningkatan, hal tersebut didorong oleh penyelenggaraan konser musik internasional," kata Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Kamis (2/5/2024).
Konser The Eras Tour milik Taylor Swift sendiri berlangsung selama enam hari, yakni pada tanggal 2-9 Maret 2024. Dilansir dari berbagai sumber, lebih dari 300.000 tiket terjual untuk menyaksikan konser yang berlangsung di National Stadium Singapore tersebut.
"Perjalanan wisnas pada Maret 2024 ke Singapura mencapai 17,26% dari total kunjungan wisnas atau sekitar 119 ribu perjalanan," kata Amalia.
Data BPS per Maret 2024 terdapat 691.546 perjalanan wisnas ke luar negeri. Angka tersebut naik 4,85% (mtm) dari Februari 2024 serta meningkat 7,54% (yoy) secara tahunan.
"Pada Maret 2024 hamper 1 dari 3 orang yang melakukan perjalanan luar negeri berkunjung ke Malaysia atau sebesar 29,95%, disusul ke Singapura 17,26%, dan ke Arab Saudi 16,99%," ungkap Amalia.
Baca Juga
Selain Singapura, lonjakan kunjungan wisnas juga terjadi dalam tujuan perjalanan ke Arab Saudi. Proporsi total kunjungan wisnas ke Arab Saudi pada Maret 2024 mencapai 16,99% atau sekitar 117 ribu perjalanan, setelah di Februari lalu berada di angka 16,11%. "Peningkatan kunjungan ke Arab Saudi didorong oleh ibadah umrah," sebut Amalia.
Secara kumulatif jumlah perjalanan selama Januari hingga Maret 2024 mencapai 2.185.806 perjalanan. Angka ini meningkat 15,75% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
"Namun jumlah perjalanan wisnas relatif rendah dibandingkan periode yang sama saat sebelum pandemic covid, yakni Januari hingga Maret 2019," ucap Amalia.

