Kuliah Umum di Unilam, Bahlil Sebut Nama Tom Lembong
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut nama Thomas Trikasih atau Tom Lembong, saat memberikan kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (2/5/2024). Bahlil menyebut nama Tom Lembong dalam kapasitasnya sebagai kepala BKPM periode 2016-2019.
Ia membeberkan perjalanan BKPM yang sempat kesulitan untuk mencapai target realisasi investasi sesuai dengan yang diamanatkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Ini khususnya sebelum ia menjabat sebagai menteri investasi/kepala BKPM.
"Kamu lihat realisasi investasi antara tahun 2015 - 2019. Ini pimpinan BKPM (saat itu) tamatan Harvard, senior saya Tom Lembong," sebut Bahlil.
Sebut Lembong Tak Capai Target
Ia mengungkapkan, pada tahun 2018, ketika Tom Lembong memimpin BKPM, realisasi investasi tidak berhasil mencapai target yang dipatok oleh RPJMN. Realisasi investasi di tahun 2018 mencapai Rp 721 triliun, sementara target RPJMN adalah sebesar Rp 765 triliun.
"Kemudian datang alumni Uncen yang bukan dari Harvard, dari tahun 2020-2023 (realisasi investasi) lompatannya jauh. Ini sebagai syarat pertumbuhan ekonomi di atas 5%," kata Bahlil.
Di hadapan sivitas akademika Unilam, Bahlil buka-bukaan capaian Kementerian Investasi/BKPM sepanjang tahun 2020-2023 yang berhasil menembus target dari Presiden Joko Widodo dan RPJMN.
Ia menjelaskan, pada tahun 2021, RPJMN mengamanatkan realisasi investasi mencapai Rp 800 triliun, sementara Presiden Jokowi mematok Rp 900 triliun. Pada tahun tersebut, BKPM di bawah kepemimpinan Bahlil berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 901 triliun.
"Kemudian tahun 2022, RPJM itu Rp 968 triliun, Pak Jokowi minta Rp 1.200 triliun. Kita berhasil realisasikan mencapai Rp 1.207 triliun," ungkap Bahlil.
Kemudian pada tahun 2023, saat RPJMN mengamanatkan angka investasi Rp 1.099 triliun dan Presiden Jokowi mematok Rp 1.400 triliun, kembali Bahlil bersama BKPM berhasil menembus realisasi investasi hingga Rp 1.418 triliun. Angka tersebut sekaligus menjadi yang terbesar dalam catatan sejarah.
"Ilmu itu dipelajari saat beraktivis sebagai mahasiswa. Jangan hanya menjadi kutu buku," tandas Bahlil.

