Berangkat ke COP-28, Menkeu Akan Bawa Isu Mekanisme Transisi Energi
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyebut akan mempresentasikan isu mekanisme transisi energi saat menghadiri Conference of The Parties (COP)-28 di Dubai, Uni Emirates Arab (UEA) pekan depan.
“Kita akan presentasikan energy transition mechanism dan ini adalah most difficult challenging dan expansive climate change agenda,” ujar Sri Mulyani saat menghadiri Climate Change and Indonesia’s Future: An Intergenerational Dialogue, Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan transisi energi di Indonesia terbilang tak mudah. Ini, kata dia, karena kebutuhan pembangunan akan semakin meningkat.
“Dan tidak kemudian kita men-switch off batu bara dan menggantinya dengan yang renewable tanpa menimbulkan implikasi sosial, ekonomi, dan bahkan politik di berbagai negara,” kata dia.
Sri Mulyani mencontohkan, Inggris mengalami langkah mundur dari sisi komitmen terhadap perubahan iklim. Sementara itu, India bahkan akan mengambil batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin besar karena pertumbuhan ekonominya.
Sri Mulyani mengatakan Indonesia tidak gentar dengan komitmen perubahan iklim yang sudah dijalani. Dia menyebut, sejak tahun lalu, saat menjadi tuan rumah Presidensi G20, Presiden Joko Widodo telah berjanji akan mempensiunkan dini PLTU yang menghasilkan 5-9 gigawatt listrik.
“Kita bicara mengenai PLTU batu bara yang akan dipensiunkan dan ini membutuhkan pembahasan yang sangat detail. Kami akan terus laporkan,” ucap dia.
Taksonomi Hijau Asean
Sri Mulyani mengatakan untuk menjawab tantangan dan komitmen terhadap perubahan iklim, dibangunlah kerja sama ASEAN untuk membuat taksonomi pembiayaan hijau. Dia berharap dalam taksonomi ini terbentuk komitmen yang tidak membebani negara yang berkomitmen scara politik untuk transformasi.
“Konsekuensi menimbulkan trade off. Dan trade off inilah yang harus dilihat secara detail,” ucap dia.
Baca Juga
Pakar Nilai Paparan Anies Baswedan Terkait Transisi Energi Too Good To Be True
Bendahara Negara menyebut upaya membentuk taksonomi pembiayaan hijau tersebut memungkinkan pemerintah untuk mendorong agenda perubahan iklim tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan sustainability.
“Salah satunya mengembangkan taksonomi yang memungkinkan transisi menuju energi hijau, termasuk mempensiunkan (pembangkit) batu bara bisa didanai melalui pasar modal,” ujar dia.
Sri Mulyani mengungkapkan upaya mempensiunkan dini pembangkit batu bara membutuhkan biaya besar. Untuk itu perlu kolaborasi dari generasi muda, LSM, hingga start-up untuk melanjutkan komitmen ini.
“Jangan merasa Anda di pinggiran. Anda adalah pemain di tengah. Jadi jangan hanya melihat dan mendengar pidato saya, tapi terjun ke “kolam”. Karena ini adalah masa depanmu,” ucap dia. (CR-7)

