COP28, 118 Negara Komit Tingkatkan Kapasitas Energi Terbarukan Hingga Tiga Kali Lipat pada 2030
DUBAI, Investortrust.id – Sebanyak 118 negara berjanji akan meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat.
Baca Juga
Hal itu dinyatakan pada konferensi para pihak dalam kerangka kerja sama PBB untuk perubahan iklim (COP28/Conference of Parties ke 28)) di Dubai, UAE, Sabtu (2/12/2023). Sebanyak 118 negara menyatakan komitmen untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2030,
Sebagai bagian dari inisiatif yang diumumkan pada COP28, inisiatif Percepatan Global untuk Dekarbonisasi yang diluncurkan itu juga memuat komitmen dalam melipatgandakan upaya efisiensi energi.
Negara-negara yang menandatangani komitmen tersebut antara lain UAE, AS, Brazil, Jepang, Inggris, Meksiko, Polandia, Jerman, Australia, Kanada, Denmark, Prancis, Kenya, Belanda, Nigeria, dan Spanyol.
Sementara Turki, China, India, dan Afrika Selatan belum menandatangani inisiatif itu.
Meningkatkan kapasitas energi terbarukan global sebanyak tiga kali lipat berarti meningkatkannya dari 3,4 terawatt pada 2022 menjadi 11 terawatt pada 2030.
Kedua target tersebut merupakan salah satu dari lima langkah utama yang diumumkan oleh Badan Energi Internasional untuk menyukseskan COP28.
Selain itu, dalam inisiatif tersebut, sebanyak 50 perusahaan yang mewakili lebih dari 40 persen produksi minyak global menandatangani Perjanjian Dekarbonisasi Minyak dan Gas (OGDC).
Sebagai bagian dari inisiatif ini, sebuah komitmen dibuat untuk menyediakan pendanaan sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,4 triliun) untuk proyek pengurangan emisi metana.
Baca Juga
Pertamina NRE Sampaikan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik RI di COP28 Dubai
Efisiensi Energi
Presiden COP28 Sultan Al Jaber berharap ebih banyak negara menandatangani komitmen untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan global dan menggandakan kemajuan dalam efisiensi energi.
“Meskipun banyak perusahaan minyak nasional telah mengadopsi target emisi nol bersih untuk pertama kalinya pada 2050, saya tahu bahwa mereka dan perusahaan lain dapat berbuat lebih banyak," kata Al Jaber, yang menyebut peluncuran OGDC sebagai “langkah besar".
Dana Bantuan
Presiden COP28 telah mengumumkan kesepakatan untuk mengoperasikan dana guna membantu negara-negara berkembang yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dana tersebut dinamai Dana Kerugian dan Kerusakan.
"Kerja keras berbagai pihak selama bertahun-tahun telah terwujudkan di Dubai (Uni Emirat Arab/UEA). Di mana dunia bersatu untuk mengoperasionalkan dana ini dalam waktu satu tahun sejak para pihak menyepakatinya di Sharm El Sheikh (Mesir) belum pernah terjadi sebelumnya," kata Al Jaber, dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Jumat (1/12/2023).
UEA mengalokasikan sebesar US$ 100 juta. Negara-negara lain yang memberikan alokasi sokongan dana termasuk Jermanyang memberikan komitmen sebesar US$ 100 juta, dan Inggris berkomitmen sebesar £ 40 juta untuk Dana tersebut dan £ 20 juta untuk pendanaan lainnya. Sementara itu, Jepang memberikan kontribusi sebesar US$ 10 juta, dan Amerika Serikat memberikan komitmen sebesar US$ 17,5 juta.
Baca Juga
COP28 Umumkan Dana Bantuan untuk Negara Rentan Perubahan Iklim, Simak Rinciannya

