Senin, Rupiah Melemah ke Rp 15.613/US$
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi (26/02/2024). Dari pasar global, pelaku pasar cenderung masih menantikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi bulanan di Amerika Serikat, yang merupakan ukuran inflasi favorit The Fed, yang akan dirilis pada Kamis.
Kurs rupiah tercatat Rp 15.613 per dolar AS pada Senin pagi (26/02/2024) sekitar pukul 08.44 WIB. Berdasarkan data yang diolah Litbang investortrust.id, nilai tukar rupiah melemah 0,12% dibanding hari sebelumnya sebesar Rp 15.594,20 per dolar AS.
Dana Asing Keluar
Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, dana asing keluar dari pasar saham domestik pada perdagangan Jumat (23/02/2024), dengan mencatatkan net sell Rp 1,05 triliun. Hal ini melanjutkan penjualan bersih yang terjadi pada Kamis (22/02/2024) di BEI, senilai Rp 0,25 triliun. Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis oleh Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada Kamis lalu (22/02/2024), yang menunjukkan nonresiden di pasar SBN melakukan jual neto Rp 0,05 triliun.
"Pada Jumat lalu, IHSG (indeks harga saham gabungan) di BEI terkoreksi ke 7.295 dengan masih didominasi volume penjualan, dan koreksinya telah mengenai target koreksi minimal kami. Selanjutnya, pada label hitam, posisi IHSG sedang berada di awal wave c dari wave (ii), yang berarti masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji 7.202-7.234 dahulu,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Senin (26/02/2024).
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Turun Tipis Jadi Rp 1,135 Juta per Gram
Pria yang akrab disapa Didit ini mengatakan lebih lanjut, apabila IHSG tertahan oleh support di 7.197, maka IHSG berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 7.370-7.403 pada label merah.
“Level support IHSG adalah 7.197, kemudian 7.099. Sedangkan resistance berada di 7.370, kemudian 7.403," imbuhnya.
Baca Juga
Prospek FFR Masih Tinggi, Ini Posisi Rupiah di Pasar Spot dan Jisdor
Sedangkan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan, pada Jumat pagi pekan lalu, rupiah dibuka di level (bid) Rp 15.595 per dolar AS, melemah dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 15.585 per dolar AS. Sementara yield SBN 10 tahun turun di 6,54%.

