Yield SBN Stabil, US Treasury Melejit ke 4,281%
JAKARTA, investortrust.id - Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ditutup melejit menembus sekitar 4,281% pada 16 Februari 2024 waktu AS. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat, yield Surat Berharga Negara (SBN) RI tenor yang sama stabil di level 6,62%pada Jumat (16/02/2024) pagi.
“Pada akhir Kamis, 15 Februari 2024, yield SBN 10 tahun naik ke 6,62%. Sedangkan pada pagi hari Jumat, yield SBN ini stabil di 6,62%,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, akhir pekan ini.
Baca Juga
Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melejit menembus 4,281% pada 16 Februari 2024 waktu AS. CNBC mencatat, yield obligasi pemerintah AS ini naik 0,041 poin.
| Pembelian/penjualan bersih SBN oleh asing. Infografis: Litbang Investortrust |
Rupiah Melemah
Erwin menjelaskan lebih lanjut, pada Jumat 16 Februari 2024 pagi, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 15.644 per dolar AS. Nilai tukar rupiah ini melemah dibanding pada Kamis 15 Februari 2024 yang ditutup pada level (bid) Rp 15.615 per dolar AS.
Kurs rupiah tercatat melemah lagi ke Rp 15.655,6 per dolar AS pada penutupan perdagangan 17 Februari 2024 waktu Indonesia. Berdasarkan data yang diolah Litbang Investortrust.id, nilai tukar rupiah melemah 9,90 poin atau 0,06% dibanding hari sebelumnya sebesar Rp 15.645,70 per dolar AS.
Baca Juga
Analis rupiah Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan rupiah akhir pekan ini cenderung stagnan. "Untuk perdagangan Senin depan, kurs rupiah diprediksi fluktuatif, dengan perkiraan ditutup menguat di rentang Rp 15.590 - Rp 15.650 per dolar AS. Sentimen internal seperti laporan surplus neraca perdagangan RI pada Januari 2024 sebesar US$ 2,02 miliar oleh BPS (Badan Pusat Statistik), belum mampu mengontraksi penguatan rupiah terhadap dolar," katanya di Jakarta, dikutip Jumat (16/02/2024) sore.
