TKN Prabowo-Gibran Akui Butuh Dana dari Investor untuk Bangun Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengakui pemerintah membutuhkan dana dari para investor agar bisa membangun Indonesia yang lebih baik. Maka dari itu, mereka menyambut baik acara Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045 yang akan dilaksanakan Kamis (11/1/2024).
Wakil Bendahara Umum TKN Prabowo-Gibran, Bobby Gafur Umar menerangkan, dalam acara tersebut para calon presiden (capres) akan melakukan dialog dengan para pengusaha. Dengan demikian, para capres bisa mengetahui apa yang menjadi concern dari para pengusaha ini.
“Kami menyadari pemerintah tidak bisa mengandalkan pembangunan itu hanya dari APBN atau hanya dari BUMN. Jadi harus ada keterlibatan yang sangat aktif investasi dari swasta baik nasional maupun investor asing,” kata Bobby dalam Konferensi Pers Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga
Jelang Debat Capres Bersama Kadin, Anindya Bakrie Beberkan Peta Jalan Indonesia Emas 2045
Bobby menilai, hal tersebut akan menjadi kunci agar Indonesia bisa menjadi lebih menarik sebagai pilihan investasi pengusaha dalam negeri maupun dari asing. Ia berharap investasi tersebut pada akhirnya bisa memenuhi seluruh kebutuhan dana pembangunan.
“Kenapa? kita butuh dana. Kita butuh teknologi. Kita butuh bagaimana industri ini bisa dibangun dengan cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa kita targetkan untuk terjadi kenaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut Bobby menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu terobosan untuk menjadikan Indonesia lebih baik, terutama mengenai bagaimana Indonesia bisa menjawab tantangan global dan itu sudah disiapkan oleh Prabowo-Gibran.
Dikatakan oleh Bobby, pembangunan ekonomi industri dalam negeri masih perlu digenjot. Pasalnya, sekarang masih banyak ditemukan ketergantungan dengan barang-barang impor.
Baca Juga
“Dan yang kedua bagaimana SDA kita yang tidak mempunyai nilai tambah atau belum termaksimalkan nilai tambahnya, kita lakukan hilirisasi dan industrialisasi untuk mengolah bahan baku tersebut menjadi yang lebih bernilai sehingga menghasilkan pendapatan atau ekonomi dengan nilai tambah,” papar Bobby.
Sementara yang selanjutnya adalah Indonesia juga disebut Bobby perlu mempunyai kemampuan untuk ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan pertahanan dan keamanan.

