Mengenang Rizal Ramli, Aktivis, Politisi, dan Ahli Ekonomi yang Punya Nyali
JAKARTA, investortrust.id - Kematian Rizal Ramli, mantan Menko Kemaritiman, meninggalkan duka yang mendalam bagi kerabat, sejawat, dan orang-orang yang mengenalnya. Aktivis, politisi, dan ahli ekonomi ini meninggal pada 2 Januari 2024 pukul 11.30 WIB dan rencananya dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Kamis, 4 Januari 2024 jam 11.00 WIB.
Rekan aktivis Yudi Latif mengenal Rizal Ramli sebagai tokoh yang berintegritas dan kukuh pada pendirian. Ia dinilai paling lantang bersuara, walaupun hal tersebut dapat menimbulkan dispute, bahkan terhadap kolega sesama menteri. Tapi, beliau memilih untuk tidak memendam persoalan dan menampilkan wajah lain.
“Almarhum seperti buku yang terbuka. Apa yang dipikirkan dikemukakan secara jujur,” ujar Yudi Latif saat ditemui di rumah duka di Jl Bangka IX no 49R, Jakarta, Rabu (3/1/2023).
Baca Juga
Pejuang
Sebagai sosok dengan banyak dimensi, ungkap Yudi, Rizal Ramli tampil dalam kekuasaan sebagai pejuang, artikulator, pengamat, dan punya kesempatan merealisasikan pemikirannya sebagai pejabat negara. Ia menilai, susah mencari politisi yang memiliki kejujuran seperti Rizal Ramli.
“Beliau memiliki kejujuran dalam berargumen dan mengungkapkan pandangan itu. Ini yang sulit dalam menemukan pemimpin politik seperti itu. Biasanya kan politisi, pagi bicara apa, sore bicara apa,” ujar Yudi.
Baca Juga
Profil Rizal Ramli, si Rajawali Ngepret yang Meninggal Dunia Hari Ini
Menjadi sosok dengan banyak dimensi, juga tidak membuat Rizal Ramli melupakan teman sejawatnya. Terakhir bertemu dengan Rizal Ramli saat pernikahan anaknya, Yudi Latif mengungkapkan Rizal adalah orang yang sangat concern dengan rekannya dan memiliki empati tinggi.
“Beliau sangat concern dan punya empati terhadap rekan-rekan aktivis lain. Bukan seperti berdiri di menara gading dan melupakan pemikiran aktivis lain,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Dedy Gumelar, seorang pelawak, aktor, dan politikus dari Partai Gelora. Ia mengenang Rizal Ramli sebagai sosok yang memiliki nyali, pengetahuan, dan pengalaman.
Dengan nyalinya yang besar, Rizal tidak takut untuk mengemban kerugian dari apa yang ia kemukakan. “Beliau rela meninggalkan jabatan untuk mempertahankan kebenaran dan melawan ketidakadilan,” papar Dedy.
Berbicara dengan Data
Dedy merasa kehilangan sosok yang penyemangat, yang berbicara dengan data, pengetahuan, dan pengalaman. Dedy menyatakan bahwa pesan yang paling diingat dari Rizal Ramli adalah terus berbunyilah ibarat nyamuk, kalau bunyi tiap malam pasti orang tidak bisa tidur.
“Kalau kita terus berisik atau mengingatkan pemerintah terhadap kebijakan, maka lama-lama paling nggak, ngeh diingatkan oleh kita,” tuturnya.
Sosok Rizal Ramli yang memiliki nyali besar, kukuh pada pendirian, dan berintegritas tinggi diharapkan terus menginsipirasi orang untuk terus menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan. Hal ini untuk kemajuan bangsa.
“Harapannya mudah mudahan perjalanan yang disampaikan Almarhum bisa terus menginspirasi kita yang masih hidup, untuk terus bergerak, tidak boleh diam terhadap keadaan,” ucap Dedy.

